Beritadetik.id – Pengelolaan anggaran Ketahanan Pangan (Ketapang) di Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, belakangan ini tengah menjadi sorotan hangat. Menyusul pemberitaan salah satu media lokal yang menyebut adanya dugaan realisasi yang tidak jelas di lapangan, masyarakat mulai mempertanyakan ke mana mengalirnya dana desa yang fantastis tersebut.
Menanggapi tudingan miring itu, Mantan Kepala Desa Mira, Sibli Lotar, akhirnya angkat bicara pada Senin (6/7/2026). Sibli memberikan klarifikasi rinci guna meluruskan simpang siur mengenai alokasi anggaran Rp140 juta yang sempat dipertanyakan warga.
Sibli membeberkan bahwa sebagian besar dari total anggaran tersebut sebenarnya sudah dibelanjakan secara transparan sesuai peruntukannya. Berdasarkan datanya, realisasi anggaran telah terserap untuk tiga program utama, yaitu:
• Belanja rumpon: Rp30 Juta
• Belanja perahu nelayan: Rp40 Juta
• Belanja hortikultura: Rp20 Juta
Terkait sisa anggaran sebesar Rp37 juta yang menjadi pemantik kecurigaan warga, Sibli mengakui uang tersebut memang belum dibelanjakan untuk membeli mesin perahu. Namun, ia menekankan dengan tegas bahwa uang tersebut tidak hilang, melainkan masih disimpan aman.
“Anggaran ketahanan pangan itu totalnya Rp140 juta. Sebagian besar sudah dibelanjakan sesuai alokasi. Hanya saja, sisa Rp37 juta (sudah termasuk pajak) memang belum digunakan untuk beli mesin karena sampai saat ini rumpon nelayan belum dipasang di laut,” aku Sibli.
Di akhir klarifikasinya, Sibli menyayangkan sikap oknum wartawan yang menaikkan pemberitaan tanpa melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada dirinya selaku pihak terkait. Menurutnya, produk jurnalistik yang dihasilkan terkesan asal tulis dan tidak memenuhi standar pers yang sehat.
“Harusnya oknum wartawan itu konfirmasi terlebih dahulu agar ada keberimbangan dalam pemberitaan sesuai prinsip 5W+1H. Membuat berita itu harus cover both sides (berimbang dari kedua belah pihak), jadi tidak asal tulis,” pungkas Sibli dengan nada kecewa. (*)









