Siswa Tak Kebagian MBG di Morotai, Makanan Diduga Dibawa Pulang Oknum Pengelola

Beritadetik.id – Pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ratusan siswa di Kecamatan Morotai Utara, Kabupaten Pulau Morotai, menuai sorotan. Program yang diharapkan mampu memenuhi gizi anak sekolah tersebut diduga tidak tersalurkan secara merata. Sebagian ompreng berisi makanan justru diduga dibawa pulang ke rumah oleh oknum pengelola.

Informasi ini diungkapkan oleh LM, salah seorang warga setempat. Menurutnya, banyak sekolah di wilayah Morotai Utara yang hingga kini belum pernah mencicipi program MBG tersebut.

​”Soalnya banyak sekolah yang tidak dapat MBG, baru mereka (oknum pengelola) bawa pulang ke rumah,” ujar LM kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).

Bacaan Lainnya

Dugaan penyelewengan ini awalnya sempat mencuat di media sosial. LM menceritakan bahwa sebuah akun Facebook sempat mengunggah foto makanan MBG yang menumpuk di depan rumah salah satu pekerja. Namun, unggahan tersebut langsung dihapus beberapa menit kemudian setelah mendapat teguran.

Oknum yang diduga membawa pulang makanan tersebut diketahui merupakan petugas pengantar MBG yang berdomisili di Desa Tanjung Saleh. LM menyayangkan tindakan tersebut, mengingat masih banyak siswa di sekolah lain yang belum menerima asas manfaat dari program ini.

“Kalau memang sekolah yang sudah tercatat itu sedang libur, kan bisa diberikan ke sekolah lain yang membutuhkan. Tidak perlu dibawa pulang ke rumah,” sesal LM. Ia menambahkan bahwa insiden membawa pulang makanan tersebut sempat terlihat pada Senin, 25 Mei lalu.

​Menurut LM, jumlah ompreng di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG kabarnya mencapai seribuan lebih. Program ini bahkan ditargetkan menyentuh angka 3.000 ompreng pada bulan ini. Ironisnya, realisasi di lapangan justru berbanding terbalik. Selain penyaluran yang mandek, bangunan SPPG di wilayah tersebut juga kedapatan tidak memasang papan nama resmi.

Kondisi ini memicu kekecewaan mendalam dari para siswa yang hak gizinya tak terpenuhi. Meski banyak warga yang mengetahui kejanggalan ini, selama ini belum ada yang berani melapor secara resmi. LM mengaku bergerak setelah menerima keluhan langsung dari pihak sekolah.

​”Ada info lagi bahwa oknum pekerja tersebut hampir setiap hari membawa pulang puluhan ompreng ke rumah. Laporan ini kami terima langsung dari guru SD Muhammadiyah,” pungkas LM.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola program Makanan Bergizi Gratis (MBG) setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyelewengan dan tidak meratanya distribusi makanan tersebut.

 

Penulis: Tim

Editor: M. Bahrul Kurung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *