Temui Wagub Malut, Begini Cara Pemuda Suku Pagu Lestarikan Adat dan Budaya Lokal

Beritadetik.id – Upaya pelestarian adat dan budaya lokal terus digalakkan oleh generasi muda di wilayah Suku Pagu/Isam.

Hal ini ditandai dengan terbentuknya organisasi Persatuan Pemuda Sektor Pagu (PPS-PAGU) yang diinisiasi oleh para pemuda setempat sebagai wadah regenerasi dan penguatan nilai-nilai kearifan lokal.

Ketua PPS-PAGU, Wice Momou, bersama sejumlah pemuda Suku Pagu, melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, serta Kepala Bidang Kebudayaan Provinsi Maluku Utara pada Senin (4/5) di ruang rapat lantai 3 kantor Wakil Gubernur.

Bacaan Lainnya

Pertemuan tersebut bertujuan untuk menjalin silaturahmi sekaligus membahas langkah strategis dalam pengembangan adat, budaya, dan kearifan lokal di wilayah Suku Pagu.

Dalam kesempatan itu, Wice Momou menegaskan pentingnya peran adat sebagai jembatan antara generasi tua dan generasi muda. Menurutnya, adat tidak hanya menjadi identitas, tetapi juga sarana pewarisan nilai dan tradisi yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Adat, budaya, dan kearifan lokal sangat penting untuk kita kembangkan. Fungsinya bukan hanya menjaga identitas, tetapi juga mempererat hubungan antara orang tua dan generasi muda agar tradisi tetap hidup,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan besar di era digital saat ini, di mana banyak generasi muda mulai kehilangan ketertarikan terhadap tradisi lokal akibat pengaruh teknologi dan modernisasi.

“Di zaman yang serba elektronik ini, banyak anak muda lebih fokus pada perkembangan teknologi, sehingga mulai kurang tertarik membahas dan mempelajari tradisi lokal,” tambahnya.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, para pemuda Suku Pagu secara kolektif sepakat membentuk PPS-PAGU sebagai wadah untuk membangkitkan kembali semangat pelestarian budaya sekaligus mendorong regenerasi pemuda di daerah tersebut.

Organisasi ini diharapkan dapat menjadi solusi atas berbagai keresahan masyarakat, khususnya dalam menjaga keberlanjutan adat dan budaya di tengah arus perubahan zaman.

Dengan terbentuknya PPS-PAGU, para pemuda Suku Pagu optimistis bahwa nilai-nilai kearifan lokal akan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.(mik/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *