Beritadetik.id – Puskesmas Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, mendapatkan alokasi anggaran Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) sebesar Rp784.313.000 untuk tahun 2024. Hingga Desember 2024, realisasi anggaran tersebut mencapai Rp585.993.359, yang digunakan untuk menjalankan sekitar 37 program kegiatan.
Kepala Puskesmas Morodadi, Sukri Samaun, menjelaskan bahwa salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal.
“PMT lokal ini fokus pada dua item kegiatan, yaitu balita gizi kurang yang dihitung di bawah 5-9 bulan selama 56 hari dan ibu melahirkan (Bumil) selama 120 hari,” ungkap Sukri kepada Beritadetik.id di ruang kerjanya pada Rabu (4/6/2025).
Sukri menambahkan, makanan yang diberikan bervariasi, terdiri dari nasi, telur, buah, dan daging ayam, dengan nilai gizi yang telah dihitung oleh penanggung jawab gizi.
Meskipun demikian, terdapat sisa anggaran (SiLPA) dari program PMT lokal tahun 2024. Untuk balita gizi kurang, dari pagu Rp53.592.000, realisasinya hanya Rp33.264.000, menyisakan SiLPA sebesar Rp20.328.000. Sementara itu, untuk ibu hamil, dari pagu Rp98.040.000, realisasi hanya Rp29.670.000, dengan SiLPA mencapai Rp68.370.000.
Pada tahun 2025, Puskesmas Morodadi mencatat total 7 kasus ibu hamil yang tersebar di Desa Dhegila dan Desa Nakamura, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas.
“Beberapa desa seperti Morodadi, Falila, Aha, dan Pilowo tidak memiliki kasus ibu hamil,” jelas Sukri.
Program PMT ini akan terus berjalan di tahun 2025, termasuk kegiatan di luar gedung. Fokus utamanya tetap pada balita yang kekurangan gizi dan ibu hamil, disesuaikan dengan kasus yang ada.
Untuk tahun 2025, anggaran BOK Puskesmas Morodadi mengalami peningkatan menjadi Rp823.703.500, dengan penambahan sekitar Rp952.17.000.
Sukri menyebutkan bahwa item kegiatan yang dijalankan masih serupa, hanya beberapa item seperti sosialisasi yang sudah tidak ada.(red)
Editor : M. Bahru Kurung









