Beritadetik.id – Dosen Ilmu Pemerintahan, Universitas Halmahera, Gloria M.P Djurubassa, S. IP. MA. memberikan apresiasi atas satu tahun kepemimpinan Piet – Kasman yang dinilai membawa berbagai perubahan positif.
Menurut Gloria, Perjalanan 1 tahun kepemimpinan Piet-Kasman jika di analisis antara Janji, Realita dan Harapan Masyarakat Halmahera Utara, patut di apresiasi.
Visi utama yakni terwujudnya HALUT SETARA bukan sekedar narasi. Dalam konteks politik lokal, janji ini diterjemahkan ke dalam kebijakan yang mengedepankan inklusivitas, dimana pelayanan diarahkan agar merata tanpa adanya diskriminasi latar belakang politik, agama,suku ataupun golongan. Ujarnya, Rabu (19/3).
Ia juga menuturkan Evaluasi 1 tahun pertama jika diinternalisasi ke dalam dokumen Perencanaan Daerah RPJMD 2025-2029 ada sinkronisasi vertikal antara program Piet-Kasman dengan Asta Cita Presiden Prabowo.
1. Fokus pada Layanan Dasar (Pendidikan & Kesehatan) Kerja sama dengan UMJ yang di dukung dengan pemaparan peta jalan literasi dan numerasi (Asta Cita 4).
2. Keberhasilan merangkul masyarakat adat Kao dan sekitarnya lewat pengakuan dari Pemuda Adat Empat Suku menjadi catatan Penegasan Nilai Religius dan Budaya (Asta Cita 1).
3. Hilirisasi Pertanian yang bertujuan agar Petani Kelapa tidak lagi mengekspor bahan mentah, tetapi terlibat dalam rantai nilai yang lebih tinggi (Asta Cita 5)
4. Penerapan Manajemen Talenta dalam mutasi/promosi ASN yang mendapatkan penghargaan BKN Kantor Regional XI yang sinkron dengan Asta Cita 7.
5. Membangun dari Desa dan Pemerataan Ekonomi (Asta Cita 6)
Pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan dimulai dari desa dan wilayah periferal. Advokasi intensif yang dilakukan oleh Bupati Piet Hein Babua dan Wabup Kasman Hi Ahmad, terhadap pembangunan jalan dan jembatan di wilayah Loloda dan Galela merupakan manifestasi langsung dari Asta Cita ke 6.
Rekonstruksi dan pengaspalan jalan penghubung utama di Galela-Loloda yang di anggarkan tahun 2026 dan Pembangunan 4 unit jembatan di Kecamatan Loloda Utara,
Ruas Tolabit – Togoreba Tua yang merupakan Pembangunan jalan dan jembatan penghubung desa terpencil masuk dalam perencanaan strategis 2026.
Selain itu, sarana Air Bersih dan
Perumahan yang merupakan program perkuatan layanan dasar sesuai misi RPJMD.
Keberhasilan dalam mengeksekusi proyek-proyek ini di masa depan akan menjadi bukti nyata apakah visi “Sejahtera” Piet-Kasman benar-benar menyentuh wilayah wilayah terisolir.
Ia juga nenambahkan bahwa Perubahan tidak semudah kita membalikan telapak tangan. Pasti ada tantangan dalam 1 tahun pertama Kepemimpinan, realitas di lapangan menunjukkan bahwa Piet Kasman berhadapan dengan tantangan dari sisi Fiskal dan Efisiensi Anggaran.
“PAD yang belum optimal membuat Ketergantungan pada Dana Transfer dari Pemerintah Pusat. Selain itu Kewajiban untuk mengalokasikan anggaran bagi program prioritas nasional juga mengurangi ruang gerak bagi program inovasi lokal” Jelasnya.
Disisi lain, Tantangan administratif berupa keselarasan sistem perencanaan dengan pemerintah provinsi dan pusat tetap menjadi PR (Pekerjaan Rumah) yang berkelanjutan.
Merespon hal tersebut, Gloria mengapresiasi langkah solutif Pemerintah Daerah yang akan melibatkan para Akademisi membuat kajian dan Naskah Akademik yang mencakup optimalisasi Pajak dan Retribusi Daerah, peningkatan Investasi dari sektor-sektor potensial seperti pariwasata dan pengolahan hasil bumi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah( PAD).
Kepemimpinan Piet-Kasman selama 1 tahun telah berhasil meletakkan fondasi kepercayaan politik (Political Trust) yang kuat di Kabupaten Halmahera Utara.
“Kepercayaan Politik bukanlah aset yang statis, di butuhkan konsistensi dan komunikasi yang jujur, dukungan dan pelibatan Masyarakat terutama Kaum Muda merupakan modal kepercayaan yang sangat penting bagi pembangunan Halmahera Utara yang SETARA,” Ungkap Gloria.
Dengan integritas yang terjaga, kompetensi yang terus di tingkatkan, Kepemimpinan Piet-Kasman berpotensi besar dalam mengukir sejarah pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan bagi Halmahera Utara.
“Saya mengapresiasi satu tahun kepemimpinan Kepemimpinan Piet-Kasman langkah nyata telah dilakukan untuk mewujudkan Halut “SETARA,” imbuhnya.
Sembari berharap, satu tahun pertama hanyalah pijakan awal. Kerja keras untuk mewujudkan HALUT SETARA masih terus berlanjut di tengah dinamika dan tantangan politik, di butuhkan konsistensi dan keteguhan dari Piet-Kasman dalam menjaga integritas dan profesionalisme birokrasi di tahun-tahun selanjutnya.(mik/red).











