Mangkir 7 Bulan, Staf Puskesmas di Morotai Diduga Langgar Disiplin Berat

Beritadetik.id – Dugaan pelanggaran disiplin berat melanda internal Puskesmas Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat. Salah satu stafnya, Sitti Kamaria T, dilaporkan tidak pernah masuk kantor selama tujuh bulan berturut-turut, terhitung sejak Juli 2025 hingga Februari 2026.

Kepala Puskesmas (Kapus) Wayabula, Muhammad Ahmad AMK, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melayangkan surat panggilan resmi sebanyak tiga kali dengan nomor surat 837.1/630/XI/2025. Namun, hingga saat ini yang bersangkutan tidak menunjukkan itikad baik untuk menghadap.

​Ahmad menjelaskan bahwa Sitti merupakan pegawai pindahan dari Puskesmas Daruba. Sejak dipindahkan ke Wayabula, Sitti tercatat hanya pernah hadir satu kali untuk melaporkan diri dan belum sempat ditempatkan di bagian spesifik.

Bacaan Lainnya

“Sitti datang berkantor hanya satu kali pada bulan Juli. Setelah itu, dia pergi dan sampai sekarang tidak pernah masuk kantor lagi,” ujar Ahmad saat dikonfirmasi beritadetik.id pada Minggu (1/2/2026).

Upaya komunikasi melalui pesan singkat maupun panggilan WhatsApp juga tidak membuahkan hasil. Ahmad menegaskan bahwa semua bukti teguran dan panggilan telah dikirimkan secara digital namun tetap diabaikan.

Menariknya, kasus ini diwarnai aksi saling lapor. Menurut Ahmad, Sitti justru melaporkannya ke Dinas Kesehatan dengan tuduhan bahwa pihak Puskesmas tidak pernah memberikan surat teguran atau panggilan resmi.

Membantah tuduhan tersebut, Ahmad mengaku telah menyiapkan bukti kuat untuk memperkuat posisi manajemen Puskesmas Wayabula.

“Saya sudah melakukan screenshot bukti pengiriman surat panggilan pertama hingga ketiga dan mengirimkannya langsung ke Dinas Kesehatan sebagai bukti autentik,” tegasnya.

​Ketidakhadiran Sitti sangat disayangkan mengingat Puskesmas Wayabula saat ini sedang kekurangan tenaga Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM). Saat ini, fasilitas kesehatan tersebut hanya memiliki satu orang tenaga SKM.

“Secara pribadi saya ingin menarik dia untuk mengisi kekurangan tenaga SKM kami. Namun, karena tidak ada respon hingga panggilan ketiga, saat ini statusnya sudah saya kembalikan ke Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti,” tutup Ahmad.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *