Beritadetik.id – Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai menggelar konferensi pers akhir tahun untuk memaparkan capaian kinerja penanganan tindak pidana, kamseltibcar lantas, hingga program unggulan ketahanan pangan sepanjang tahun 2025.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pulau Morotai, AKBP Dedi Wijayanto, di Aula Kantor Polres setempat pada Rabu (31/12/2025).
Dalam laporannya, AKBP Dedi Wijayanto mengungkapkan bahwa total terdapat 161 kasus kriminalitas yang dilaporkan sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 kasus telah diselesaikan, dengan persentase penyelesaian mencapai 56%.
Rincian kasus tersebut meliputi:
Tindak Pidana Umum (Pidum): 122 laporan, dengan penyelesaian 56%.
Pidana Tertentu (Piter): 8 kasus, dengan persentase penyelesaian 75%.
Tindak Pidana Korupsi (Tipikor): 2 kasus, dengan penyelesaian 100%.
Perempuan dan Anak (PPA): 59 kasus, dengan penyelesaian 52%.
“Tiga kasus yang paling menonjol selama kurun waktu satu tahun ini adalah penganiayaan/pengeroyokan, tindak pidana terhadap perempuan dan anak, serta pencurian,” jelas Kapolres di hadapan awak media.
Terkait penyalahgunaan narkotika, terdapat 2 kasus yang ditangani. Mengingat para pelaku hanya sebagai pengguna (tanpa barang bukti fisik namun tes urine positif), keduanya kini menjalani rehabilitasi sesuai undang-undang.
Di sisi lain, Polres Morotai sangat masif dalam pemberantasan minuman keras (miras). Total barang bukti yang diamankan meliputi 905 liter Cap Tikus, ribuan kantong dan botol bir, serta puluhan liter miras jenis lainnya.
Kapolres menegaskan bahwa pemusnahan sering dilakukan langsung di lokasi saat patroli guna mencegah peredaran lebih luas.
Data kecelakaan lalu lintas mencatat adanya 1 kasus laka tunggal dan 5 kasus tabrakan yang mengakibatkan total 4 orang meninggal dunia. Kerugian material ditaksir mencapai Rp39 juta.
“Penyebab utama kecelakaan adalah pengendara dalam kondisi mabuk, serta kondisi jalan yang gelap dan tidak rata,” ungkap AKBP Dedi.
Polres juga mulai menertibkan kendaraan pick-up yang digunakan untuk mengangkut manusia, karena tidak sesuai dengan peruntukannya dan membahayakan keselamatan.
Sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, Polres Morotai sukses menjalankan program ketahanan pangan. Dari target 3 hektar lahan, Polres telah mengelola 2,5 hektar jagung dengan hasil 22 ton yang dijual ke masyarakat, serta 2 ton jagung pipil yang diserahkan ke Bulog.
Selain itu, dalam hal distribusi pangan murah (SPHP), Polres Morotai berhasil menyalurkan 116.000 ton beras, atau mencapai 100,60% dari target yang ditentukan.
Tak hanya itu, Polres juga sedang membangun Dapur Makan Bergizi Gratis (MGB) di wilayah Muhajirin yang ditargetkan beroperasi pada Januari atau Februari 2026. Fasilitas ini akan melayani kebutuhan gizi pelajar dari wilayah Muhajirin hingga Sangowo.
Menutup paparannya, Kapolres menunjukkan gedung SPKT baru yang merupakan hibah dari Pemda Morotai serta perluasan Aula Polres.
“Gedung SPKT baru ini akan segera diresmikan untuk meningkatkan kenyamanan dan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat Morotai,” pungkasnya.(red)


















