Yogyakarta, Beritadetik.id – Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (Hippmamoro) Yogyakarta yang dengan tegas menyatakan sikapnya terhadap maraknya aktivitas kapal pakura di wilayah tangkap nelayan lokal Kabupaten Pulau Morotai.
Menurut Hippmamoro, kehadiran kapal-kapal tersebut menandakan bahwa pengawalan pemerintah daerah (Pemda) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tidak efektif dalam melindungi mata pencaharian nelayan lokal.
Aktivitas kapal-kapal ini dinilai mengancam keberlangsungan hidup nelayan kecil yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan tradisional. Padahal, persoalan ini sudah berulang kali dikeluhkan oleh para nelayan Morotai. Namun, hingga kini, belum ada tindakan tegas dari kedua lembaga pemerintahan di Kabupaten Pulau Morotai, bahkan dari Gubernur Maluku Utara.
Bagi Hippmamoro kondisi ini menimbulkan kesan bahwa pemerintah daerah jangan “tutup mata” dan harus berpihak pada rakyat kecil, khususnya nelayan yang merupakan tulang punggung ekonomi daerah.
Ketua Hippmamoro Yogyakarta, Faturahman Djaguna, menegaskan bahwa pemerintah harus segera bertindak.
“Kami mendesak Pemda Morotai bersama DPRD serta Gubernur Maluku Utara untuk segera menuntaskan persoalan kapal pakura yang jelas-jelas merugikan nelayan lokal,” ujar Faturahman, Kamis (25/9/2025).
“Jangan hanya diam dan berpihak pada elite, karena mandat kekuasaan adalah bekerja untuk rakyat,” tambahnya.
Hippmamoro Yogyakarta juga memandang penyelesaian masalah ini tidak bisa lagi ditunda.
Faturahman mengancam akan melakukan konsolidasi yang lebih luas sebagai bentuk perlawanan rakyat jika tidak ada tindakan nyata dalam waktu dekat.
Organisasi mahasiswa ini menuntut pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret:
1. Menindak tegas kapal-kapal pakura yang masuk wilayah tangkap nelayan Morotai.
2. Memberikan perlindungan hukum dan kebijakan yang jelas bagi nelayan lokal.
3. Mendorong DPRD Morotai dan Gubernur Maluku Utara agar tidak menutup mata terhadap keresahan rakyat.
“Kami mengingatkan bahwa nelayan Morotai bukan hanya penjaga laut, tetapi juga garda terdepan ketahanan pangan bangsa. Jangan biarkan mereka kalah di laut sendiri akibat lemahnya keberpihakan negara,” tegas Faturahman.(red)
Editor : M. Bahrul Kurung











