Beritadetik.id – Pembangunan jalan tani secara swakelola di Kabupaten Pulau Morotai telah dimulai, dengan total anggaran mencapai Rp1,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).
Proyek ini diharapkan dapat mempermudah akses petani dalam mendistribusikan hasil pertanian mereka.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pulau Morotai, Fahmi Usman, pada Senin (7/7/2025), menjelaskan bahwa salah satu titik pengerjaan yang sedang berjalan adalah di Desa Morodadi.
“Sekarang jalan tani desa Morodadi sementara pengerjaan sudah berjalan kurang lebih 3 kilometer dengan lebar 4 meter dan ketebalan 20 cm, anggarannya Rp300 juta,” ungkap Fahmi.
Fahmi menambahkan bahwa pembangunan jalan tani ini akan tersebar di beberapa wilayah lain di Pulau Morotai, dengan total panjang keseluruhan kurang lebih 15 kilometer.
Selain fokus pada jalan tani, Dinas PUPR Pulau Morotai juga telah mengusulkan pembangunan jalan daerah melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025.
“Jadi kalau itu berhasil akan masuk, karena kemarin kami sudah usulkan semua termasuk desa Muhajirin, jalan kompleks Tanah Tinggi desa Gotalamo, juga SP3 Morodadi, dan lainnya,” jelas Fahmi.
Ia berharap usulan ini dapat berhasil mengingat kendala waktu yang ada, meskipun Dinas PUPR tidak memiliki Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun ini, mereka akan berupaya untuk tahun 2026.
Lebih lanjut, Fahmi juga menyinggung program Inpres yang dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS). Saat ini, BWS tengah mengerjakan proyek bendungan dan irigasi di Sangowo dengan anggaran Rp23 miliar.
Mengenai pembangunan talud di Desa Lifao, BWS telah berkoordinasi dengan PUPR Morotai. Mengingat anggaran BWS yang terbagi di seluruh kabupaten, PUPR Morotai diminta untuk mempersiapkan alat, sementara BWS akan menanggung material proyek, termasuk sumur enam di Kali Biyak Desa Dehegila.(red)
Editor : M. Bahrul Kurung











