Ternate, Beritadetik.id – Musyawarah Dewan Pimpinan Cabang ke-III Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Halmahera Barat pada Rabu, 3 Agustus 2022 diwarnai aksi walk out dari 3 (tiga) kepala desa.
Aksi walk out berlangsung ketika perdebatan alot yang melibatkan kepala desa Jalan Baru, kepala desa Hoku-Hoku Gam, dan kepala desa Hatebicara dengan pimpinan sidang, Jahrun Ahmad yang diakhiri dengan aksi walk out.
Untuk diketahui, perdebatan alot tersebut membahas terkait tata tertib persidangan yang membahas tentang hak peserta dalam forum musyawarah III DPC APDESI Halmahera Barat.
Menurut keterangan Plt Sekretaris DPC APDESI Halmahera Barat, Hafid Taib, bahwa pada saat pembacaan tata tertib, sebagian perwakilan kepala desa menyampaikan pendapat mengenai pasal 7 tata tertib tentang hak memilih.
Pasal itu menjelaskan hak memilih ada pada ketua Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) masing-masing 9 suara, ketua DPC 1, dan ketua DPD 1 suara.
“Jadi ada 11 jumlah suara yang memilih dalam pemilihan ketua APDESI, itu yang menimbulkan ketidakpuasan teman-teman kades lainnya sehingga memilih untuk walk out dari musyawarah,” ujar Hafid.
Ia mengaku, kegiatan ini justru tidak banyak diketahuinya, bahkan kewenangannya sama sekali tidak ada dalam kegiatan tersebut.
“Dan teman-teman yang memilih walk out, saya tidak pernah intervensi itu atas dasar pilihan mereka karena diduga ada settingan sehingga bisa terjadi aklamasi,” jelasnya. (Bix/red)

















