Halut, beritadetik.id – Mahalnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) membuat Asosiasi Nelayan Teluk Kao, Halmahera Utara, mengancam untuk memboikot distribusi BBM di wilayah setempat.
“Kami para nelayan, khususnya di wilayah Teluk Kao, rata-rata dalam sekali melaut buang ongkos Rp 400-450 ribu untuk membeli BBM 25 Liter,”ucap Suleman, Nelayan Teluk Kao kepada beritadetik.id, Kamis 16 Juni 2022.
Tingginya harga BBM tersebut membuat para nelayan menjerit, bahkan terkadang mereka tak bisa melaut untuk mencari ikan karena tak sanggup membeli bahan bakar minyak.
“Kami Nelayan beda dengan sopir angkutan umum, kalau Sopir mereka keluar kalau sudah ada penumpang di mobil, kalau kami tidak buta-buta pergi melaut, syukur-syukur dapat hasil kalau tidak rugi besar kami,”ucap Suleman.
Terkait masalah ini, puluhan nelayan yang tergabung dalam Asosiasi Nelayan Teluk Kao mendatangi Pemda Halmahera Utara untuk menyuarakan aspirasi mereka terkait kenaikan harga BBM di wilayah setempat.
Para Nelayan Teluk Kao ini meminta Jatah Subsidi BBM, demi kelancaran Mata Pencaharian mereka.
Asisten III Pemda Halmahera Utara, Yudihart Noya mewakili Pemda setempat berjanji menindak lanjuti aspirasi para nelayan tersebut.
“Kami akan mengagendakan ulang bersama pak Bupati dan pihak Pertamina minggu depan untuk membicarakan aspirasi ini,”janji Yudihart.
Selain Asisten III, Kepala Dinas Perikanan Pemda setempat juga berjanji menyampaikan kepada pihak SPBN TPI Tobelo untuk menyalurkan minimal 1 Ton sehari untuk para Nelayan di wilayah Teluk Kao.
“Kita akan bicarakan ini lebih lanjut dengan pak Bupati Frans Manery, apakah perlu mendirikan SPBN khusus sebagai Sub Penyalur BBM Nelayan atau dilayani lewat SPBN TPI Tobelo,”tutupnya.(fic/red).

















