Sandingkan dengan Festival Morotai, Pelaksanaan Pesparawi II Digeser ke 24 Oktober

Beritadetik.id – Pelaksanaan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) II Kabupaten Pulau Morotai tahun 2026 dipastikan akan digelar berbarengan dengan agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Festival Morotai dalam waktu dekat.

Kepala Bagian Kesra Kabupaten Pulau Morotai, Sibli Sibua, mengungkapkan bahwa penyesuaian jadwal ini dilakukan setelah berkoordinasi langsung dengan Bupati. Awalnya, berdasarkan hasil rapat pembentukan panitia, agenda Pesparawi direncanakan berlangsung pada 19 hingga 21 Oktober.

“Hasil koordinasi dengan Bupati menyampaikan bahwa nantinya ada event Karisma Event Nusantara (KEN) Festival Morotai. Maka dari itu, pelaksanaan Pesparawi diundurkan atau digeser menjadi tanggal 24 hingga 27 Oktober 2026,” ungkap Sibli kepada awak media, Rabu (14/10/2026).

Bacaan Lainnya

Sibli menjelaskan, ajang kerohanian tersebut akan berlangsung selama empat hari hingga acara penutupan pada 27 Oktober malam. Salah satu kategori lomba yang dipastikan akan menyemarakkan kegiatan ini adalah Musik Pop Gerejawi.

Mengenai lokasi acara, pembukaan hingga penutupan Pesparawi II secara keseluruhan dipusatkan di Gedung Okumene. Namun, terdapat penyesuaian lokasi untuk salah satu cabang lomba.

“Rencana awalnya di Gereja GPIA Desa Yayasan. Namun karena ada satu dan lain hal, khusus untuk satu mata lomba tersebut digeser ke Gereja GPIA yang berada di Desa Raja, Kecamatan Morotai Selatan Barat,” jelasnya.

Dari total enam kecamatan yang ada di Kabupaten Pulau Morotai, sebanyak lima kecamatan dipastikan berpartisipasi. Satu kecamatan yang absen pada gelaran tahun ini adalah Kecamatan Morotai Jaya. Total peserta yang akan berlaga mencapai 383 orang, ditambah 30 orang pelatih dan ofisial, sehingga keseluruhan kontingen berjumlah 413 orang.

Sibli berharap ajang ini tidak hanya sekadar perlombaan untuk mengejar bonus semata, tetapi juga menjadi batu loncatan bagi para peserta untuk mewakili daerah ke ajang yang lebih tinggi.

“Kami berharap ajang ini bisa membina para peserta agar nantinya siap mengikuti Pesparawi tingkat Provinsi Maluku Utara pada tahun 2028 mendatang,” tuturnya.

Di samping itu, penggabungan momentum Pesparawi dengan Festival Morotai diharapkan mampu menyedot antusiasme masyarakat dari berbagai desa untuk datang dan memadati pusat kegiatan.

“Tujuannya, selain untuk menyemarakkan Festival Morotai, kolaborasi dua event ini juga diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian serta meningkatkan pendapatan masyarakat lokal,” pungkas Sibli. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *