Beritadetik.id – Kabupaten Pulau Morotai saat ini tengah berjuang menghadapi ancaman kekeringan akibat kemarau panjang yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai titik. Kondisi ekstrim ini mengancam keberlangsungan sektor pertanian daerah, khususnya areal persawahan dan hortikultura yang sangat bergantung pada ketersediaan air.
Guna mengatasi krisis air tersebut, Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara mengucurkan bantuan strategis berupa 20 titik sumur bor berkapasitas besar. Proyek yang tersebar di wilayah Morotai Selatan Barat (Desa Cocomare), Morotai Selatan (Desa Aha), dan Morotai Timur (Desa Wowemo) ini diproyeksikan menjadi solusi jangka panjang untuk menjaga suplai air irigasi sawah warga.
Di tingkat tapak, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pulau Morotai bergerak cepat mengamankan komoditas hortikultura melalui skema rotasi alat pertanian. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Tamhid Bilo, menjelaskan langkah tanggap darurat yang tengah dilakukan jajarannya pada Senin (26/8/2026).
“Untuk sekarang ini, untuk petani horti, kita support dengan pinjam pakai Alkon yang kemarin-kemarin sudah diserahkan ke petani. Yang belum digunakan itu kita ambil, lalu pinjam pakai ke kelompok yang memang sekarang lagi aktif menanam. Langkah yang kita ambil sekarang ini yaitu kasih pinjam pakai bergiliran, supaya penanaman petani tidak putus,” ungkap Tamhid Bilo.
Ia menambahkan bahwa sebagian besar petani hortikultura beraktivitas di sekitar aliran sungai dan kawasan pemukiman, sehingga masih memiliki akses ke air PAM.
Sementara itu, untuk sektor tanaman pangan seperti padi sawah yang paling terdampak kekeringan, Dinas Pertanian terus berkoordinasi intensif dengan BWS Maluku Utara. Selain bantuan sumur bor, tim teknis dijadwalkan turun ke Desa Aha guna melakukan penyuluhan sekaligus memetakan sumber air potensial untuk penempatan pompa air skala besar yang tersambung ke irigasi induk.
Upaya penyelamatan ini juga didukung perbaikan infrastruktur irigasi yang sedang berlangsung di beberapa wilayah krusial, antara lain Desa Wowemo, Desa Tilei, dan Desa Aha. Sinergi antara bantuan sumur bor, pembenahan irigasi, dan optimalisasi bantuan alatan mesin pertanian (alsintan) diharapkan mampu memitigasi dampak kekeringan dan menjaga produktivitas pangan Morotai tetap terjaga. (*)
















