Warga Tegaskan Pengambilan Kayu Proyek Bronjong BWS di Halbar Sesuai Standar dan Bantu Ekonomi

Beritadetik.id – Masyarakat setempat menegaskan bahwa pengambilan material kayu untuk proyek pembangunan bronjong di wilayah Kecamatan Ibu dan sekitarnya, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), dilakukan secara selektif. Warga memastikan tidak asal-asalan dalam memilih jenis kayu karena enggan mengambil risiko terhadap kualitas proyek tersebut.

Pekerjaan bronjong yang sedang berjalan ini merupakan program dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara. Proyek ini dialokasikan khusus untuk memulihkan wilayah yang terdampak pasca-bencana banjir di Kecamatan Ibu dan sekitarnya beberapa waktu lalu.

Nayo, salah seorang warga setempat yang dipercayakan bersama beberapa rekannya untuk memasok material kayu, menjelaskan bahwa mereka hanya mengambil jenis kayu dengan tingkat kekerasan yang tinggi.

Bacaan Lainnya

“Ada dua jenis kayu yang kita ambil, yaitu kayu sigigi dan gigi tipi (bahasa lokal). Torang (kami) ambil kayu itu untuk kebutuhan torang samua. Jadi torang ambil kayu itu juga tidak asal-asalan, melainkan kayu keras. Torang tara (tidak) mungkin ambil kayu yang lombo (lembek),” ujar Nayo saat memberikan keterangan, Jumat (12/6/2026).

Menanggapi adanya isu mengenai material yang tidak sesuai spesifikasi, Nayo langsung membantahnya. Menurutnya, seluruh kayu yang mereka sediakan merupakan jenis kayu kuat yang sudah biasa digunakan untuk konstruksi.

Pihaknya mengaku tidak ingin mengambil risiko dengan menggunakan kayu kualitas rendah. Apalagi, fungsi utama dari bronjong tersebut adalah sebagai struktur pelindung pemukiman masyarakat dari ancaman banjir susulan.

“Saya juga tidak mau ambil kayu yang lombo, karena saya tahu persis ini mau bikin bronjong untuk perlindungan warga. Terkait permintaan, yang penting bukan kayu putih yang lembek. Kalaupun ada kayu putih, kami pilih yang keras. Sejauh ini, tidak ada kendala sama sekali dalam proses pengambilan kayu,” tambahnya.

​Senada dengan Nayo, rekan kerjanya yang bernama Peris juga menegaskan bahwa isu miring mengenai kualitas kayu tersebut sama sekali tidak benar. Sebagai warga lokal, mereka memiliki tanggung jawab moral yang besar terhadap keamanan daerahnya sendiri.

“Jadi isu terkait pengambilan kayu tidak sesuai itu tidak benar. Buat daerah sendiri, masa tong (kami) ambil kayu lombo, itu tidak masuk akal. Pasti kami ambil yang kuat,” tegas Peris.

Di sisi lain, Peris mengungkapkan bahwa kehadiran proyek BWS Maluku Utara ini membawa dampak positif yang sangat besar bagi roda perekonomian masyarakat sekitar pasca-bencana, terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan.

“Proyek ini sangat membantu ekonomi kami, khususnya untuk anak sekolah. Pekerjaan ini bisa membantu biaya anak saya yang sedang kuliah. Sangat menunjang sekali, kebetulan waktu itu kami sedang tidak ada uang sama sekali,” ungkap Peris dengan penuh rasa syukur.

Merasakan besarnya manfaat ekonomi dan fungsi proteksi dari proyek bronjong ini, warga berharap program serupa dapat terus berlanjut demi keselamatan lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat Halmahera Barat. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *