Anggaran Rp24 Miliar Lebih, Proyek Irigasi di Morotai Belum Punya Ukuran Pasti

Beritadetik.id – Proyek pembangunan Irigasi dan Rawa di Desa Aha dan Desa Dehegila, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menjadi sorotan.

Meskipun telah menelan anggaran fantastis mencapai Rp24,37 miliar yang bersumber dari APBN, pihak pelaksana di lapangan mengaku belum mengetahui secara pasti total panjang pembangunannya. Proyek yang baru berjalan sekitar enam hari ini masih menunggu perubahan desain dari pusat.

Fakta ini diungkapkan oleh Ibnu, pendamping pihak pelaksana dari PT. Hutama Karya (HK), saat diwawancarai wartawan di lokasi proyek pada Senin (24/11/2025).

Bacaan Lainnya

Menurut Ibnu, proyek di Morotai adalah bagian dari paket global pembangunan Irigasi di empat titik di Maluku Utara, bersama dengan Halmahera Utara, Halmahera Selatan, dan Halmahera Barat.

Ia menjelaskan bahwa pekerjaan Irigasi di Morotai terbagi di dua titik, yaitu di Desa Dehegila yang berupa pengecoran, dan di Desa Aha yang berupa pasangan batu.

“Ukuran gambar sementara kan ada perubahan, nah perubahan gambar itu yang kami masih menunggu,” jelas Ibnu.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pekerjaan fisik di lapangan dilaksanakan tanpa adanya patokan ukuran final, meski proyek sudah berjalan dan terikat kontrak.

Ibnu menambahkan, nilai kontrak pastinya tidak diketahui di tingkat lokal karena anggaran senilai Rp24.375.869.000 (Rp24,37 miliar) merupakan nilai global dari pusat. Pekerjaan yang dilakukan adalah rehabilitasi karena saluran irigasi lama sudah ada, dan kini ditambah dengan saluran baru.

Meskipun desain panjangnya belum final, ia memastikan ketebalan coran (15 cm), serta ukuran tinggi, lebar bawa, dan lebar atas akan mengikuti gambar yang ada.

Berdasarkan data yang dihimpun, proyek pembangunan Irigasi dan Rawa ini memiliki nomor kontrak HK. 02.01./BWS20.6.2/180/2025 dengan tanggal kontrak 10 November 2025. Proyek yang didanai APBN ini berlokasi di D.I Aha, D.I Goal, D.I Gaga, dan D.I Wayana, dengan waktu pelaksanaan yang direncanakan selama 52 hari kerja.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *