Beritadetik.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halmahera Barat, Maluku Utara mencatat sebanyak 18 jiwa yang terdampak banjir diungsikan di Desa Bobanehena, Kecamatan Jailolo.
“Untuk sementara yang kami data hanya 18 jiwa yang diungsikan. Mereka kami ungsikan di tempat yang aman seperti di Musholla dan Kantor Desa Bobanehena,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Halbar, Wawan Gunawan MT. Ali, melalui Sekertaris Ade Fabanyo ketika dihubungi Beritadetik.id, Minggu, (22/6/1025).
Selain di Bobanehena, kata Ade, dua rumah di Desa Saria, Kecamatan Jailolo juga diungsikan sementara di keluarga mereka akibat longsor. “Rumah yang satu terdampak longsor kategori ringan dan yang satu diungsikan karena rumah berada di bawah tebing. Jadi mereka mengungsi sementara di keluarga mereka,” tutur Ade.
BPBD lanjut Ade, juga mencatat empat rumah di Desa Bobo, Kecamatan Jailolo juga terdampak banjir akibat luapan air yang cukup tinggi.
Sedangkan di Matui, tambah Ade, seluruh badan jalan ditutup tanah longsor. Ade mengaku, BPBD dan TNI-Polri sudah bergerak menuju ke lokasi. “Pak Kalak dan Kasat Sabhara sudah bergerak untuk tinjau lokasi longsor di Matui,”tandasnya.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Namun BPBD terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan bencana.(pte/red).











