Jembatan Pulau Rao Senilai Rp30 Miliar Rampung, Kini Layani Mobilitas Warga Morotai

Beritadetik.id – Jembatan umum transportasi laut di Desa Posi-Posi, Kecamatan Pulau Rao, Kabupaten Pulau Morotai, yang dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai kurang lebih Rp30 miliar, kini telah rampung sepenuhnya dan telah dinikmati masyarakat.

Jembatan dengan lebar 8 meter dan panjang 49 meter ini diharapkan dapat mendongkrak konektivitas dan perekonomian lokal.

Kepala Dinas Perhubungan Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, dalam wawancaranya dengan beritadetik.id pada Sabtu (31/05/2025) di kantor Bappeda, menyatakan bahwa pekerjaan jembatan ini telah selesai sejak Januari lalu.

Bacaan Lainnya

“Jembatan di Pulau Rao itu dibangun menggunakan dana DAK sudah tuntas pekerjaannya pada bulan Januari kemarin, saat ini sudah dinikmati oleh masyarakat,” ungkap Ahdad.

Ia juga menjelaskan bahwa proyek ini telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada bulan April, dan jembatan Pulau Rao menjadi salah satu objek pemeriksaannya. Anggaran yang digunakan bersumber dari DAK tahun 2024.

Dengan rampungnya jembatan ini, sejumlah kapal kini dapat lebih optimal dalam melayani rute ke Pulau Rao.

Ahdad menyebutkan beberapa kapal yang sudah memanfaatkan fasilitas ini, antara lain KM-P Tiga Putri (melayani Posi-Posi-Tobelo), Garda Nusantara (melayani Daruba-Posi-Posi), Tapak Bahagia (melayani Morotai Jaya-Posi-Posi dan Tobelo), serta Bunamo (kapal ekspedisi Bitung yang melayani Pulau Rao dengan muatan bahan-bahan baku logistik).

Selain itu, untuk pelayanan dari Daruba ke Pulau Rao, kapal KM-P Garda Nusantara juga tersedia, disusul kapal yang masuk dari Manado, Tobelo, dan Loloda.

Ke depan, Ahdad menambahkan, akan ada rencana pembukaan lintasan Provinsi dengan kapal penumpang KM Uki Raya yang akan melayani rute Bitung-Manado-Loloda-Posi-Posi (Pulang Pergi). Pihaknya berharap besar kepada masyarakat Pulau Rao untuk bersama-sama menggunakan dan menjaga fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah daerah ini.

“Sehingga fasilitas yang sudah dibangun dengan baik ini bisa berguna bagi masyarakat di Pulau Morotai, khususnya di Pulau Rao,” harapnya.

Ahdad optimis bahwa dengan dibukanya jalur transportasi laut yang lebih lancar ini, masyarakat Pulau Rao akan mengalami peningkatan ekonomi dan perkembangan signifikan. Hal ini pada gilirannya diharapkan dapat turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Morotai.

“Dengan dibukanya jalur transportasi laut ini maka masyarakat Pulau Rao secara ekonomis bisa berkembang dan meningkatkan perekonomian lokal. Sehingga PAD Morotai bisa dicapai,” pungkas Ahdad.(red)

 

Editor  : M. Bahru Kurung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *