Tim SAR Evakuasi 20 Wisatawan Saat Erupsi Gunung Dukono, 3 Orang Masih Terjebak

Tim SAR saat evakuasi 20 Wisatawan yang terjebak di gunung Dukono Halmahera Utara.(Foto : istimewa)
Tim SAR saat evakuasi 20 Wisatawan yang terjebak di gunung Dukono Halmahera Utara.(Foto : istimewa)

Beritadetik.id – Sebanyak 36 personel Tim SAR Brimob Polda Maluku Utara (Malut) diterjunkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan pendaki yang terjebak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara. Langkah ini diambil menyusul aktivitas vulkanik ekstrem yang terjadi pada pagi hari di kawasan tersebut.

​Erupsi besar Gunung Dukono tercatat terjadi sekitar pukul 07.41 WIT. Berdasarkan pemantauan visual, kolom abu vulkanik berwarna putih, kelabu, hingga hitam pekat menyembur dengan intensitas tebal condong ke arah utara. Ketinggian kolom abu dilaporkan mencapai sekitar 10.000 meter di atas puncak, atau setara dengan ±11.087 meter di atas permukaan laut.

Akibat aktivitas mendadak ini, sekelompok pendaki yang terdiri dari 9 Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura dan 11 Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan terjebak di sekitar kawah gunung yang menjadi pusat erupsi.

Bacaan Lainnya

​Menindaklanjuti situasi darurat tersebut, Dansat Brimob Polda Malut, Kombes Pol Handri Wira Suriyana, langsung menginstruksikan pengiriman tim ahli ke lokasi. Personel yang dikerahkan terdiri dari ​30 Personel tim pencari dan penyelamat, 6 Personel tim pendukung (operator Drone dan tim kesehatan lapangan) dan ​1 Unit Kendaraan Khusus (Ransus) Tata SAR Brimob.

“Brimob hadir bersinergi dengan TNI, pemerintah, serta masyarakat dalam melaksanakan misi kemanusiaan ini sebagai bentuk kesigapan dan quick response penanganan darurat,” tegas Kombes Pol Handri Wira Suriyana, Jumat (8/5/2026).

​Tim gabungan harus menempuh perjalanan darat dengan berjalan kaki sejauh ±7 km selama kurang lebih 3 jam untuk mencapai titik lokasi para korban. Dari operasi tersebut, tim berhasil menyelamatkan 17 orang (7 WNA Singapura dan 10 WNI). Para korban langsung dievakuasi menggunakan kendaraan taktis menuju RSUD Tobelo untuk mendapatkan perawatan medis.

Meski demikian, evakuasi belum sepenuhnya tuntas. Hingga saat ini, masih terdapat 3 pendaki (2 WNA dan 1 WNI) yang terjebak di radius rawan erupsi. Kondisi di titik tersebut sangat berbahaya karena masih terjadi luapan abu vulkanik disertai lontaran material batu.

​Atas pertimbangan keselamatan tim, proses pencarian dihentikan sementara dan dijadwalkan akan berlanjut pada Sabtu, 9 Mei 2026. Saat ini, Tim SAR sudah mulai bergerak dari Posko SAR Terpadu, Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo.

“Tim Drone akan terus dikerahkan untuk memantau titik lokasi tiga pendaki yang tertinggal. Kami berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan proses pencarian berjalan lancar,” tutup Kombes Pol Handri. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *