Warga Ngamuk! Morotai Fun Run Diduga Jadi Ajang Pungli Parkir, Panitia Janji Sikat Pelaku!

Beritadetik.id – Menjelang gelaran Morotai Fun Run yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, sejumlah warga dan calon peserta melayangkan protes keras terkait adanya pungutan biaya parkir di kawasan Monumen Trikora, Desa Wawama. Mereka mendesak agar panitia menjamin lokasi finish tersebut bebas dari tarif parkir.

​Keresahan ini muncul karena setiap acara yang dipusatkan di Monumen Trikora hampir selalu diwarnai dengan penarikan retribusi parkir berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000. Ironisnya, pungutan tersebut diduga tidak memiliki dasar hukum yang jelas dan dilakukan oleh oknum tertentu secara sepihak.

Roni, salah satu peserta Fun Run, mengungkapkan keberatannya saat berada di kantor Dinas Pariwisata Morotai. Ia menegaskan bahwa persoalannya bukan pada nominal uang, melainkan pada transparansi aliran dana tersebut.

Bacaan Lainnya

“Tidak jadi soal kalau harus bayar parkir, tapi setiap pungutan itu uangnya masuk ke mana? Ini terjadi berulang kali setiap ada kegiatan. Kami ingin kejelasan apakah ini masuk ke kas daerah atau kantong pribadi,” ujar Roni, Sabtu (11/4/2026).

​Senada dengan Roni, warga Morotai Selatan lainnya berharap agar ajang olahraga ini tidak dibebani oleh pungutan-pungutan tidak resmi. Menurut mereka, akses gratis atau tarif resmi yang berpayung hukum akan jauh lebih diapresiasi oleh masyarakat yang ingin meramaikan acara.

“Supaya masyarakat bisa menikmati Fun Run dengan tenang. Kalau memang mau dipungut, harus ada karcis resmi agar uangnya masuk ke Pemda. Saat ini pihak hotel hingga bentor sudah diimbau untuk tidak menaikkan tarif, jadi parkiran pun seharusnya jangan dipungut liar,” tegas salah satu warga.

​Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Panitia Morotai Fun Run, Ugi, memberikan jaminan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan adanya oknum yang memanfaatkan momentum ini untuk keuntungan pribadi di lokasi acara.

Ugi menjelaskan bahwa tanggung jawab keamanan berada di bawah koordinasi pihak Lanal Morotai, dan pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan lokasi steril dari pungli.

“Saya akan tindak lanjuti segera. Kami tidak ingin ada pungutan liar untuk parkir motor dan sebagainya di lokasi finish besok. Lokasi Monumen Trikora harus bersih dari praktik pungli agar peserta nyaman,” tegas Ugi.

 

**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *