Beritadetik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai kembali menggebrak panggung pariwisata nasional melalui event olahraga spektakuler bertajuk “Morotai Fun Run 10K: Lari di Tanah Samudra“. Ajang ini bukan sekadar kompetisi atletik biasa, melainkan sebuah simfoni antara semangat olahraga dan pesona eksotis pesisir Pasifik.
Event ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 12 April 2026, dimulai pukul 06.00 WIT. Para peserta akan memulai langkah dari Pasar CBD Daruba dan berakhir di Museum Trikora. Sepanjang rute, para pelari akan dimanjakan dengan panorama laut biru Morotai yang memukau, memberikan pengalaman berlari yang magis dan tak terlupakan di setiap kilometernya.
Panitia penyelenggara tidak main-main dalam mengapresiasi para peserta. Total hadiah sebesar Rp112 juta telah disiapkan untuk para pemenang di berbagai kategori:
Juara 1 Juara 2 Juara 3 Putra dan Putri (Umum) Rp20.000.000, Rp15.000.000, Rp10.000.000 dan
Anak (U-15) Rp10.000.000 Rp7.000.000
Kemeriahan Morotai Fun Run 10K semakin lengkap dengan hadirnya rangkaian kegiatan kreatif. Untuk melibatkan seluruh lapisan masyarakat, panitia turut menggelar:
• Lomba Hias Bentor (Becak Motor)
• Lomba Konten Kreator
Inisiatif ini bertujuan membuka ruang ekspresi bagi warga lokal sekaligus memperkuat daya tarik wisata melalui konten digital yang kreatif.
Sekretaris Daerah Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah langkah strategis untuk membawa Morotai ke panggung nasional melalui konsep sport tourism.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda. Para pelari tidak hanya mengejar garis finis, tetapi juga menikmati keindahan alam Morotai yang luar biasa. Ini adalah cara kami mengundang Indonesia untuk mengenal Morotai lebih dekat,” ungkap Muhammad Umar Ali.
Ia menambahkan bahwa selain promosi daerah, event ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha kecil dan masyarakat di Pulau Morotai.
Pendaftaran kini telah dibuka di Sekretariat Dinas Pariwisata Pulau Morotai. Mengingat tingginya antusiasme masyarakat dan pelari nasional, kuota dibatasi hanya untuk 2.000 peserta.
Pemerintah daerah optimis bahwa konsep “Lari di Tanah Samudra” ini akan menjadi magnet baru yang mengukuhkan posisi Morotai sebagai destinasi wisata unggulan di Indonesia Timur.
**











