Beritadetik.id – Bupati Halmahera Utara Dr Piet Hein Babua secara resmi menghadiri launching ekspor perdana produk cocopeat dan cocochip oleh PT Pasific Coir Internasional yang berlangsung di Pelabuhan Tobelo pada Rabu (1/4/2026).
Acara ini menjadi sejarah baru bagi kabupaten, mengingat sebelumnya produk daerah belum pernah diekspor langsung dari pelabuhan setempat.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Erasmus Joseph Papilaya, Ketua DPRD Christina Lesnussa, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, serta pejabat dari berbagai instansi terkait, Komisaris PT Pasific Coir Internasional Orhan Yilmaz, perwakilan Kantor Karantina, dan pihak pelabuhan.
Dalam sambutannya, Bupati Piet Hein Babua menyampaikan bahwa ekspor perdana ini menjadi tonggak penting karena sebelumnya pengiriman produk daerah selalu melalui pelabuhan lain.
“Hari ini lewat ekspor perdana PT Pasific Coir Internasional kita membuat sebuah sejarah baru karena ini langsung dari Tobelo,” ujarnya.
Menurutnya, proses untuk mendapatkan izin ekspor langsung dari Pelabuhan Tobelo cukup panjang. Pemerintah daerah sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Dirjen Perhubungan namun belum berhasil karena status pelabuhan masih sebagai pelabuhan pengumpul.
Setelah melakukan koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, khususnya Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional, akhirnya diterima kabar baik dengan dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 4 Tahun 2026 yang menunjuk Disperindag Halmahera Utara sebagai institusi penerbit surat keterangan asal barang.
Bupati mengaku bangga karena dari 116 kabupaten/kota dan 38 provinsi di Indonesia, hanya 96 daerah yang mendapatkan kesempatan tersebut, termasuk Halmahera Utara.
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung investasi dengan tetap memperhatikan perlindungan lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal, dan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) agar terjalin komunikasi baik antara perusahaan dan masyarakat setempat.
“Kami berharap PT Pasific Coir Internasional bisa memperluas produksinya sehingga sabut kelapa yang ada di kabupaten tidak terbuang begitu saja. Kedepan kalau ada pihak yang memiliki potensi melakukan produksi sabut kelapa, pemerintah daerah akan membuka ruang yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Perusahaan yang beroperasi di Desa Paca ini, ekspor perdana ini akan dikirim ke negara Taiwan. Bupati berharap keberadaan surat keputusan tersebut dapat memberikan efek ekonomi positif bagi masyarakat dan mendorong pembangunan daerah.(mik/red).











