Beritadetik.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ir. Soekarno Pulau Morotai, Maluku Utara, ditetapkan sebagai lokus penambahan alat kesehatan (Alkes) oleh Kementerian Kesehatan untuk tahun anggaran 2026. Langkah ini ditandai dengan pengajuan proposal pengadaan Alkes yang diperkirakan mencapai nilai Rp16 miliar.
Direktur RSUD Ir. Soekarno, dr. Christie Mamarimbing, mengonfirmasi bahwa penunjukan ini merupakan bagian dari penguatan Sistem Kesehatan Nasional (SKN). Pihaknya kini telah menyelesaikan tahapan awal berupa pengajuan proposal teknis kepada kementerian terkait.
“RSUD Morotai ditunjuk langsung oleh Kementerian untuk menerima bantuan Alkes. Untuk tahap awal, kami sudah mengajukan proposal sesuai dengan daftar kebutuhan yang ada di aplikasi kementerian,” ujar dr. Christie saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/3/2026).
Sistem pengadaan ini dilakukan secara transparan melalui integrasi data aplikasi. Kementerian Kesehatan melakukan verifikasi terhadap ketersediaan alat yang ada di rumah sakit, kemudian melakukan konfirmasi mengenai kekurangan fasilitas yang perlu dilengkapi.
RSUD Morotai merespons permintaan tersebut dengan rincian harga belanja yang dibutuhkan. Namun, dr. Christie menekankan bahwa skema bantuan ini berbentuk hibah barang, sehingga pihak rumah sakit hanya akan menerima alat yang sudah siap digunakan.
“Kita terima dalam bentuk barang jadi (hibah). Jika ditotal berdasarkan rincian harga yang diminta, nilainya kurang lebih Rp16 miliar,” terangnya.
Sebanyak 15 jenis perangkat medis penting telah masuk dalam daftar pengajuan guna menunjang operasional ruang operasi hingga ruang perawatan intensif.
Berikut adalah rincian alat kesehatan tersebut:
• Bed Patient Set 20 Unit
• Patient Monitor 11 Unit
• Bed ICU 8 Unit
• Syringe Pump 8 Unit
• Infuse Pump 8 Unit
• Ventilator 7 Unit
• Suction Pump 4 Unit
• Electro Surgical 3 Unit
• Pandant OK 3 Unit
• Meja Operasi 2 Unit
• Mesin Anestesi 2 Unit
• Instrumen General Surgery 2 Unit
• Instrumen Sectio (Kebidanan) 2 Unit
• Meja Periksa 2 Unit
• General X-Ray 1 Unit
Mengenai waktu pendistribusian, dr. Christie memproyeksikan bahwa pengiriman barang akan dilakukan secara bertahap mulai pertengahan tahun hingga akhir tahun 2026.
“Realisasinya kemungkinan mulai berjalan pada pertengahan tahun. Pengiriman akan dilakukan secara bertahap, mulai dari kelompok barang pertama hingga seluruhnya lengkap di akhir tahun nanti,” tutupnya optimis.
**











