Beritadetik.id – Pemerintah Daerah (Pemda) Pulau Morotai menggelar peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 dengan penuh semangat di Gedung Islamic Center, Kecamatan Morotai Selatan, pada Rabu (12/11/2025).
Mengusung tema “Generasi Sehat Masa Depan Hebat“, peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk menekankan urgensi menjaga kesehatan, membangun optimisme, serta mengingatkan masyarakat akan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).
Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Pulau Morotai, dr. Diana.
Sebagai rangkaian pra-peringatan, Dinkes dan KB Kabupaten Pulau Morotai telah sukses menyelenggarakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat pada Jumat (07/11/2025) di Pasar CBD Desa Daruba, Morotai Selatan.
Acara ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat dan turut dihadiri oleh Bupati, Ketua DPRD, Sekretaris Daerah, serta seluruh jajaran OPD terkait. Berbagai layanan pemeriksaan kesehatan, seperti pengecekan tekanan darah, golongan darah, donor darah, kadar gula, kolesterol, dan asam urat, hingga konsultasi kesehatan langsung bersama tenaga medis, disediakan secara gratis.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang sehat dan produktif untuk semua elemen kehidupan,” ujar dr. Diana, seraya menambahkan bahwa seluruh kegiatan terlaksana berkat partisipasi staf Dinkes dan KB, Rumah Sakit, serta Puskesmas.
Dalam laporannya, dr. Diana juga memaparkan sejumlah keberhasilan pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Pulau Morotai sepanjang tahun 2025. Salah satu prestasi menonjol adalah Morotai masih menjadi Kabupaten dengan komitmen pelayanan kesehatan primer terbaik tingkat Nasional.
Selain itu, Kabupaten Pulau Morotai mencatatkan sejumlah capaian positif di tingkat Provinsi Maluku Utara, diantaranya berada di posisi ke-2 dalam Pelayanan Kesehatan Gratis (PKG) dengan presentase 38,96%, dan posisi pertama dalam implementasi Integrasi Pelayanan Kesehatan Primer (ILP) di 13 Puskesmas.
Keberhasilan lain termasuk capaian Akreditasi Puskesmas 100% dengan 9 Puskesmas terakreditasi Paripurna (terbanyak di Prov Maluku Utara) serta angka Desa Open Defecation Free (ODF) yang mencapai 74 Desa (87,5%). Terkait isu kesehatan prioritas, Morotai berhasil menekan penanganan stunting di bawah standar Nasional, yaitu 17,7%.
Lebih lanjut, angka kesehatan Ibu dan Anak menunjukkan perbaikan signifikan, di mana angka kematian Ibu di Tahun 2025 hingga saat ini tidak ada kasus (menurun drastis dari 2 kasus di 2024), dan angka Kematian Bayi Balita juga menurun dari 21 kasus di 2024 menjadi 17 kasus di 2025.
Dalam hal sarana prasarana, 12 Puskesmas (92%) telah memiliki bangunan sesuai standar (prototype) Kemenkes, dan progres pembangunan 14 unit Puskesmas Pembantu telah mencapai 70%.
Selain pencapaian program, dr. Diana turut menyoroti pembangunan infrastruktur kesehatan baru yang monumental, yaitu Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas). Labkesmas ini dibangun dengan anggaran bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan T.A 2025 senilai total Rp15.345.514.000.
Bangunan dua lantai yang berdiri di atas lahan 5.000 \m² ini akan berperan sentral sebagai unit pelaksana teknis untuk surveilans penyakit, deteksi dini, pemeriksaan vektor dan lingkungan, serta analisis data kesehatan.
“Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan derajat kesehatan serta mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas dr. Diana.
Mengakhiri laporannya, Pemkab Pulau Morotai menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan kesehatan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat, sejalan dengan semangat peringatan Hari Kesehatan Nasional ke-61.(*)











