Diduga Terlibat Jual Beli Solar Ilegal, Oknum TNI Aniaya Warga Morotai

Beritadetik.id – Seorang oknum anggota TNI Angkatan Darat (AD) dengan pangkat Sersan Satu (Sertu) berinisial MS diduga melakukan penganiayaan terhadap seorang warga di Desa Wayabula, Morotai Selatan Barat.

Korban yang diketahui bernama Falen (27), dianiaya di hadapan istrinya sendiri, Tesalonika (25), pada Sabtu, 2 Agustus 2025, sekitar pukul 10.13 WIT. Penganiayaan ini diduga berkaitan dengan pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.

Menurut kesaksian Tesalonika, insiden bermula saat suaminya baru pulang ke rumah. Tiba-tiba, sebuah mobil Toyota Rush berwarna putih berhenti di depan rumah mereka. Seorang pria berseragam TNI turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. Tanpa basa-basi, oknum TNI itu menanyakan keberadaan Falen.

Bacaan Lainnya

“Dia turun dan langsung masuk rumah, tanya mana Falen, lalu suami saya jawab. Dia langsung bilang oh jadi ngana ini yang beli minyak Labrosco, dan tanpa bicara panjang langsung pukul suami saya,” cerita Tesalonika.

Penganiayaan itu diduga berawal dari kecurigaan Sertu MS terkait pembelian sembilan jeriken solar yang dilakukan korban dari operator ekskavator milik perusahaan PT. Labrosco, sekitar sebulan yang lalu. Saat melihat jeriken-jeriken solar tersebut di dalam rumah, Sertu MS diduga langsung melayangkan pukulan ke Falen.

“Minyak itu sudah lama, sekitar satu bulan. Tapi saat dia lihat minyak itu, dia langsung pukul di dalam rumah, posisi suami saya seperti diinterogasi,” jelas Tesalonika.

Akibat penganiayaan tersebut, Falen mengalami luka lebam di bagian kepala, wajah, dan tubuhnya. Tesalonika mengaku ketakutan dan tidak sempat merekam kejadian tersebut. Ia juga menegaskan bahwa suaminya tidak memiliki masalah pribadi dengan oknum TNI tersebut sebelumnya.

Usai menganiaya korban, Sertu MS bersama sopir mobilnya mengambil sembilan jeriken solar itu dari rumah Falen. Mereka membawa jeriken-jeriken tersebut ke kantor PT. Labrosco.

“Dia angkat semua minyak itu dan bawa pergi ke kantor Labrosco. Padahal yang jual itu operator ekskavator, bukan kesana mencuri,” ujar Tesalonika.

Saat dikonfirmasi, Sertu MS membenarkan bahwa dirinya sedang menjalani pemeriksaan di Kodim.

“Saya lagi di-BAP di Kodim, kalau mau keterangan, silakan ke Kodim saja,” ujarnya singkat.

Ia juga meminta media untuk bertanya langsung ke Kodim dan Polres Morotai karena kasus ini sedang dalam proses pemeriksaan internal oleh staf intelijen Kodim.(red)

 

Editor  : M. Bahrul Kurung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *