Beritadetik.id – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, masih berstatus level II (Waspada).
Badan Geologi PVMBG, Ketua Pos Gunung Api Dukono Mamuya, Bambang Sugiono, menyampaikan bahwa, gunung dukono tercatat mengalami erupsi magmatik eksplosif yang cukup intensif sejak awal tahun 2025, dengan frekuensi letusan harian berkisar antara 60 hingga 394 kali, dan rata-rata mencapai 227 kali per hari.
“Ketinggian kolom erupsi tercatat mencapai antara 200 hingga 2.500 meter di atas puncak gunung. Erupsi terbaru tercatat terjadi pada tanggal 27 Juli 2025. Kolom erupsi yang diamati berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan ketinggian antara 1.000 hingga 3.500 meter di atas puncak,”ungkapnya senin,(27/7/2025).
Arah sebaran abu condong ke arah Barat daya, Utara, Barat laut, dan Timur laut,
sehingga perlu diwaspadai wilayah permukiman dan Kota Tobelo berisiko terdampak hujan abu vulkanik.
“Kondisi ini meningkatkan risiko terhadap kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas sehari-hari, termasuk transportasi dan kebersihan lingkungan,”cetusnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari Kawah Malupang Warirang sebagai pusat aktivitas gunung.
Selain ancaman langsung berupa lontaran batu pijar dan sebaran abu, masyarakat juga diingatkan akan potensi bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya saat musim hujan.
Aliran lahar dapat melintasi Sungai Mamuya di sektor utara serta Sungai Mede dan Tauni di sektor timur laut yang berhulu di puncak Gunung Dukono.
Pemerintah daerah, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Utara, diminta untuk terus berkoordinasi secara aktif dengan Pos Pengamatan Gunung Api Dukono yang berlokasi di Desa Mamuya.(mik/red).











