Tumpahan Minyak di Laut Bikin Resah Nelayan, Warga Demo Pertamina Maluku Utara 

Warga saat aksi di depan Pertamina Jambula Ternate, Maluku Utara, Kamis (7/2022).|| Foto : (Istimewa).

Ternate, beritadetik.id – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambula Menggugat (AMJM) menggelar aksi pemboikotan di pintu masuk PT. Pertamina, Kelurahan Jambula, Kota Ternate, Kamis 7 April 2022.

Aksi tersebut menyikapi terkait tumpahan minyak Pertamina di dasar laut di perairan Kota Ternate pada 5 April 2022 kemarin.

Bacaan Lainnya

“Tumpahan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar dan Pertamax ini membuat resah warga terutama Nelayan di wilayah Jambutan Ternate,”kata Kepala Pemuda Kelurahan Jambula, Fahri Robo.

Fahri memperkirakan kejadian tumpahan minyak jenis solar di dasar laut perairan Jambula tersebut terjadi pada Selasa kemarin, dan baru diketahui oleh para nelayan di wilayah setempat Kamis (7/5/2022).

“Ada dua kapal yang menyuplai minyak jenis Pertamax dan Solar di PT Pertamina Persero, diantaranya, kapal Sumi yang menyuplai minyak Pertamax sementara kapal Latomas yang menyuplai minyak solar,”ucapnya.

Ia mengaku, tumpahan minyak di PT Pertamina kelurahan Jambula ini sudah dua kali terjadi, pertama pada 2013 dan kali ini di tahun 2022.

“Masalah ini akan mencemari lingkungan terutama ekologi baik mangrove, terumbu karang dan biota laut lainnya,”ucapnya.

Warga meminta pihak PT Pertamina Jambula cepat menangani tumpahan minyak tersebut, sebelum dapat berdampak buruk di lingkungan perairan sekitar.

Kordinator Aksi Aldrian Ishak mengatakan pihak PT Pertamina harus bertanggung jawab atas kejadian tumpahan minyak tersebut.

“Para nelayan merasa kesal, bahkan kesulitan bernapas saat melaut, diakibatkan uap minyak naik ke permukaan,”katanya.

Ardian mengatakan, warga juga meminta kepada pihak PT Pertamina agar bertanggung jawab terhadap kerusakan lingkungan bawah laut akibat dari masalah tersebut.

“Dengan masalah minyak tumpah ini, atas nama warga yang rata-rata berprofesi sebagai nelayan mendesak, petinggi PT Pertamina agar mencopot Kepala HSE dan K3, sekaligus mencopot OH di Pertamina,”tegasnya.

Pendemo menyatakan, aksi pemboikotan yang  dilakukan akan terus berlanjut hingga pihak Pertamina memberikan kejelasan terkait masalah tumpahan minyak yang ada.

“Aksi ini akan berlanjut, hingga pihak Pertamina memberikan solusi terkait tumpahan minyak yang berdampak pada ekologi dan lingkungan di sekitar Jambula,”katanya.

Sementara, Fuel Meneger PT Pertamina, Shibedehs Pangandhaeng mengatakan, terkait masalah ini, pihaknya masih melakukan pengecekan dan penaggulangan.

“Jadi kita belum bisa memastikan kebocoran pipa dari mana ke mana,”ucapnya.

Ia melanjutkan, untuk sementara pihaknya belum bisa mengambil keputusan setelah sudah dilakukan pengecekan, sembari berkomunikasi dengan pihak Pertamina pusat terkait masalah ini.

“Kita liat dulu masalahnya. Untuk sementara ada upaya komunikasi dengan pihak dari pusat terkait masalah yang ada,”tutupnya.(ian/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.