Bakar Semangat Prajurit di Perbatasan, Pangdam XV/Pattimura Kunker ke Yonif TP 822/Satria Magawe Morotai

Beritadetik.id – Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) strategis di Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, Minggu (31/5/2026). Kedatangan jenderal bintang dua bersama rombongan ini dipusatkan di Markas Yonif TP 822/Satria Magawe, Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan.

Mayjen TNI Dody Triwinarto mendarat di Pulau Morotai dengan menggunakan pesawat angkut taktis Casa A-9144 tipe IPTN NC-212-200 Aviocar milik TNI AD. Kunjungan ini mengemban misi penting, yakni meninjau langsung wilayah Kodim 1514/Morotai dan Yonif TP 822/SW, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat guna mendukung pembangunan serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan.

Dalam kunker ini, Pangdam didampingi oleh sejumlah pejabat teras Kodam dan Korem, di antaranya Danrem 152/Baabullah Brigjen TNI Enoh Solehudin, Aster Kasdam XV/Pattimura Kolonel Inf Aris Prasetyo, Danpomdam XV/Pattimura Kolonel Cpm M. Choirun, serta mantan Dandim 1514/Morotai Letkol Arh Masykur Akmal. Agenda utama yang diusung mencakup pembinaan satuan, penguatan pertahanan wilayah, dan koordinasi strategis bersama Pemkab Morotai demi kesejahteraan masyarakat.

Bacaan Lainnya

​Suasana heroik langsung terasa saat rombongan tiba di halaman Batalyon Infanteri. Pangdam disambut hangat dengan tarian adat khas Morotai, yang kemudian disusul oleh gemuruh yel-yel “Satria Magawe Jaya”. Pekikan penuh energi dari para prajurit ini berhasil membakar semangat dalam latihan bela diri militer dan pelaksanaan tugas pengabdian. Setelah prosesi penyambutan, agenda dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti dan pengarahan langsung oleh Pangdam.

​Saat memberikan pengarahan di hadapan personel Yonif TP 822/SM, Mayjen TNI Dody Triwinarto memberikan motivasi mendalam sekaligus garis instruksi yang tegas. Ia meminta seluruh prajurit untuk tidak hanya mengandalkan otot, tetapi juga kecerdasan dalam bertindak.

“Menjadi petarung jangan seperti petarung yang tidak menggunakan otak dalam bertindak, melainkan harus memakai otak dan berani memiliki nyali. Pantang menyerah, tidak ada kalimat gagal, yang ada keberhasilan yang tertunda dan itu adalah filosofi untuk bekal hidup kita,” tegas Pangdam.

Lebih lanjut, Jenderal berbintang dua ini menjabarkan implementasi slogan PRIMA yang harus dijiwai oleh setiap prajurit:

​P (Profesional): Apa yang diperintahkan oleh pimpinan dan negara harus dilaksanakan dengan tuntas.

• ​R (Responsif): Peduli, tanggap, cepat bertindak, dan tidak boleh apatis terhadap lingkungan sekitar.

​I (Inovatif): Mampu beradaptasi dan berinovasi agar bisa bertahan hidup dan berguna di mana pun ditempatkan.

• ​MA (Modern): Melek teknologi, di mana pada era digital ini tidak ada lagi alasan bagi prajurit untuk tidak tahu cara menggunakan media sosial secara bijak.

​Di akhir arahannya, Pangdam XV/Pattimura mengingatkan dengan keras agar tidak ada satu pun prajurit yang mencoreng nama baik institusi. Ia menegaskan tidak akan memberi ruang bagi oknum-oknum yang melanggar aturan hukum dan disiplin militer.

“Bagi prajurit petarung, jangan asal bertindak, karena saya tidak memiliki waktu untuk para oknum yang membuat pelanggaran. Karena menjadi petarung juga harus merasa senang, juga bahagia, dan jangan lupa untuk bersyukur sampai kita lupa cara mengeluh,” pungkasnya.

**

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *