Jelang Ramadhan, DPRD Morotai Dukung Pasar Murah dan Minta Pemda Serap Hasil Tani Lokal

Beritadetik.id – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Moh Akbar Mangoda, memberikan apresiasi tinggi terhadap langkah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyelenggarakan Gerakan Pasar Murah. Langkah ini dinilai strategis untuk menjaga stabilitas harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako) menjelang bulan suci Ramadhan, (16/2/2026).

​Akbar menyarankan agar momentum Gerakan Pasar Murah (GPM) ini tidak hanya sekadar menjadi ajang stabilisasi harga, tetapi juga menjadi sarana untuk memberdayakan petani lokal. Menurutnya, jika Pemda mampu menyerap hasil produksi petani untuk dipasarkan melalui kegiatan tersebut, hal ini akan berdampak signifikan pada peningkatan pendapatan masyarakat tani.

“Contoh nyata adalah petani sawah di Desa Aha. Masalah serius yang selalu dihadapi setiap masa panen adalah soal kepastian pasar. Jika Gerakan Pasar Murah dijadikan instrumen pemerintah untuk menjawab masalah distribusi hasil panen mereka, saya kira itu langkah yang sangat tepat,” ujar Akbar.

Bacaan Lainnya

​Lebih lanjut, Ketua Komisi II DPRD Morotai ini menekankan bahwa pemerintah harus hadir sebagai pemberi solusi yang konkret, bukan sekadar memberikan instruksi kepada petani untuk terus menanam. Kehadiran pemerintah di tengah petani adalah kunci keberhasilan program ketahanan pangan yang menjadi prioritas Presiden RI.

“Program ketahanan pangan adalah salah satu prioritas nasional. Pemerintah terus mendorong agar program ini sukses, namun semangat petani untuk menanam harus dibarengi dengan jaminan solusi atas kendala yang mereka hadapi di lapangan,” jelasnya.

​Akbar mengakui bahwa saat ini masih banyak kebutuhan dasar petani yang memerlukan keseriusan bersama untuk diselesaikan. Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya dilihat dari proses produksi, melainkan dari kemampuan pemerintah dalam mengurai benang merah permasalahan dari hulu hingga ke hilir.

“Keberhasilan program ketahanan pangan kita tidak hanya sebatas hadir di tengah-tengah petani secara seremonial. Kita harus mampu mencari solusi nyata atas setiap masalah yang dihadapi para petani. Itulah bentuk kehadiran negara yang sebenarnya,” pungkas Akbar.(red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *