Beritadetik.id – Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara hingga saat ini enggan merespon peristiwa perahu nelayan yang tenggelam akibat dihantam ombak. Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Saria, Kecamatan Jailolo pada Selasa (7/10/2025) pukul 6.00 WIT.
Wakil Bupati Djufri Muhamad terkesan cuek atas insiden yang menimpa warganya. Bagaimana tidak, sejumlah video insiden yang dikirim awak media ditanggapi datar. “Oh kasihan,” singkat Djufri.
Orang nomor dua di Halbar itu, saat diminta untuk menanggapi peristiwa tersebut, dirinya enggan menggubris.
Salah seorang warga menyesalkan pemerintah daerah yang enggan merespon keluhan tersebut. Mereka menilai, Desa Saria dianaktirikan oleh pemerintah setempat.
“Pemerintah daerah tidak bersikap saat wargannya ditimpa musibah. Sampai sejauh ini pemerintah daerah tidak turun melihat situasi dan kondisi yang kita alami saat ini. Kami merasa dianaktirikan oleh pemerintah,” sesal salah satu warga.
Padahal menurut warga, saat momentum pikada kemarin, Desa Saria merupakan Desa yang juga memenangkan pasangan yang berakronim JUJUR (James Uang-Djufri Muhamad) itu.
“Pikada kemarin, JUJUR menang di sini (Desa Saria), tapi setelah meraih kemenangan, mereka mengabaikan kami. Setiap kami mendapat musibah wajah mereka (Pemerintah) tidak terlihat. Miris sekali,” tuturnya.
Di sisi lain, kata warga, desa Saria merupakan salah satu desa yang notabene menjadi dapur ikan yang bisa menyuplai ke semua warga masyarakat Halbar.
“Akan tetapi pemerintah daerah tidak melihat capain itu, seakan-akan Pemda ingin desa hancur diterpah ombak pada setiap cuaca yang ekstrim. Kelihatan pemerintah daerah senang melihat kondisi ini,” tandasnya.
Sementara Kepala BPBD, Wawan Gunawan MT. Ali ketika dihubungi Beritadetik.id, mengatakan, bahwa pihaknya akan menerjunkan sejumlah personel ke lokasi kejadian.
“Nanti saya terjunkan personel yang sementara ada penanganan di Kecamatan Sahu,” ujar Wawan.(pte/red).











