Beritadetik.id – Kepala Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Muhajirin, Azkiaturtahma, memberikan tanggapan resmi terkait pemberitaan mengenai belum beroperasinya dapur SPPG Muhajirin. Menurutnya, keterlambatan operasional tersebut disebabkan oleh beberapa faktor teknis dan administratif.
“Proses validasi data penerima manfaat dan pembuatan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Badan Gizi Nasional (BGN) Pusat dengan pihak Yayasan baru saja selesai dilakukan pada bulan Mei 2026,” ungkap Azkiaturtahma kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan surat edaran dari BGN, SPPG hanya diizinkan beroperasi pada saat jam belajar sekolah. Mengingat saat ini seluruh sekolah yang masuk dalam wilayah penyaluran SPPG Muhajirin sedang memasuki masa libur semester, maka operasional baru memungkinkan untuk dilaksanakan setelah libur sekolah usai.
Terkait dengan belum adanya proses isi ulang (top-up) dana dari BGN Pusat ke rekening Virtual Account (VA) SPPG Muhajirin, Azkiaturtahma mengonfirmasi bahwa hal ini berkaitan erat dengan proses audit menyeluruh yang sedang dilakukan oleh BGN Pusat terhadap seluruh SPPG.
Di sisi lain, ia menegaskan bahwa pembangunan fisik dapur SPPG Muhajirin dilaksanakan sepenuhnya oleh mitra dari Yayasan Kemala Bhayangkari (SPPG Polri) tanpa menggunakan anggaran negara sedikit pun. Saat ini, seluruh persyaratan operasional dan proses administrasi telah dipenuhi serta diselesaikan oleh pihak mitra dan yayasan.
“Sehingga dimungkinkan setelah libur sekolah nanti, SPPG Muhajirin sudah bisa langsung beroperasi dan melayani penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) sesuai dengan data yang telah diverifikasi,” tandasnya. (*)









