Alumni Kedokteran Berbeasiswa Morotai Tak Kunjung Mengabdi, Bakal di Sanksi

Beritadetik.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, menghadapi persoalan serius terkait sejumlah warganya yang telah dibiayai studi kedokterannya melalui beasiswa daerah, namun enggan kembali mengabdi di kampung halaman.

Hingga kini, empat lulusan kedokteran yang dibiayai Pemda Morotai tak kunjung melaporkan diri, padahal daerah sangat membutuhkan tenaga medis.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Pemda Pulau Morotai, Haibah Usman, mengungkapkan kekecewaannya.

Bacaan Lainnya
Iklan IWIP
IMG-20241011-WA0008
previous arrow
next arrow

“Sampai sekarang belum ada laporan yang masuk ke kami soal mereka yang sudah selesai studi kedokteran, sehingga saat ini kami masih menelusuri,” ujarnya kepada awak media, Senin (2/6/2025).

Ia menambahkan bahwa keempat individu tersebut, yang diidentifikasi dengan inisial AIB, ARO, MFT, dan SS, belum melaporkan diri ke Pemda meskipun telah menyelesaikan studinya.

Haibah menegaskan bahwa biaya pendidikan keempat orang ini berasal dari anggaran daerah, bukan pribadi. Harapannya, setelah menyelesaikan studi, mereka akan kembali untuk mengabdi di Morotai.

“Itu tuntutan dari pemerintah daerah,” kata Haibah.

Oleh karena itu, ia meminta mereka yang telah dibiayai Pemda untuk segera kembali dan mengabdi di daerah.

“Karena waktu mereka lanjut studi kedokteran itu Pemda sudah melayani mereka dengan baik. Tapi sampai sekarang mereka belum juga melaporkan diri ke Pemda Pulau Morotai,” tegasnya.

Pihak Pemda merasa kebingungan akan keberadaan empat lulusan kedokteran tersebut dan menyatakan mereka “masih misterius”. Padahal, Morotai saat ini sangat membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan kedokteran.

“Untuk itu, kami berharap dengan bijaksana agar kiranya mereka bisa kembali mengabdi ke daerah lagi,” imbuhnya.

Selain empat orang yang sudah lulus, Haibah juga mengungkapkan bahwa masih ada tujuh orang lainnya yang belum menyelesaikan studi kedokterannya.

“Memang ada yang sudah selesai dan ada juga yang belum selesai studi. Jadi yang belum selesai itu sekitar 7 orang,” jelasnya.

Pemda Morotai kembali menegaskan bahwa apapun yang terjadi, para penerima beasiswa ini harus kembali melaporkan diri dan mengabdi di Morotai, terlebih mereka adalah putra-putri daerah. Jika tidak, Pemda akan memberikan sanksi.

“Jadi sanksinya seperti apa, kita akan menyesuaikan,” pungkasnya.

Untuk menindaklanjuti hal ini, Pemda Morotai terus berkoordinasi dan berkonsultasi dengan pihak keluarga mengenai keberadaan mereka saat ini.(red)

 

Editor : M. Bahru Kurung

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *