Harga Pala dan Cengkih Terus Meroket, Pembeli di Ternate Pasang Harga Bervariasi

  • Whatsapp

Kopra dari Petani Malut yang dibeli oleh para Pembeli Hasil Bumi di Kota Ternate || Foto : (Kia /Beritadetik.id.)

Ternate ll Beritadetik.id — Harga Komoditi hasil bumi, berupa Kopra, Pala dan Cengkih, di wilayah Maluku Utara (Malut), dalam sebulan terakhir terus melonjak.

Meski begitu, para pembeli hasil bumi khususnya di Kota Ternate ini membeli Komoditi Kopra, Pala dan Cengkih dari tingkat Petani Malut ini dengan harga yang bervariasi. Hal itu seperti yang dapat terlihat di UD. Andika, dan Toko Harapan Jaya, yang beralamat di kawasan Terminal, Jalan Revolusi, Kecamatan Kota Ternate Tengah, dan juga Toko milik Abd. Gani yang beralamat di Pasar Inpres Bastiong, Kecamatan Kota Ternate Selatan.

“Saat ini harga Cengkih naik di Posisi Rp 90 ribu/Kilogram, dari harga sebelumnya Rp 60 ribu/kilogram. Biji Pala dari sebelumnya harganya bertahan pada posisi Rp 70 ribu/kilogram, sekarang naik menjadi Rp 80 ribu – Rp.90 ribu/kilogram. Selain itu untuk Hasil Bumi berupa Kopra naik di posisi Rp 10 ribu/kilogram,”kata Andika, salah satu pembeli hasil bumi di Kota Ternate, ketika ditemui Beritadetik.id, Kamis (27/5/2021).

Senada dengan Andika, Abdul Gani pembeli hasil bumi lainya yang beralamat di Bastiong, Ternate Selatan, juga mengaku, harga komoditi Kopra, Pala dan Cengkih di Kota Ternate yang mengalami kenaikan, karena faktor permintaan pasar dari luar negeri akhir-akhir ini cukup meningkat.

“Untuk biji Pala kering yang utuh (Botak) saya membelinya dengan harga Rp 105 ribu/Kilogram, sementara fuli dibeli dengan harga Rp 245 ribu/Kilogram, untuk Cengkih harganya Rp 90 ribu/Kilogram,”jelasnya.

Sementara itu, Pemilik Toko Harapan Jaya, Aromi mengatakan, Harga biji Pala saat ini cenderung turun drastis sedangkan cengkih naik.

“Biji pala jika bulan lalu dibeli Rp.105 ribu/kilogram, kini sudah turun menjadi Rp.100 ribu/kilogram. Sedangkan harga Cengkih naik dari harga sebelumnya Rp 86 ribu/kilogram, sekarang naik menjadi Rp.93 ribu,”terangnya.

Dia mengaku, saat ini petani komoditas perkebunan di Maluku Utara masih banyak yang menahan hasil panennya, hal ini karena para petani berharap harga Hasil Bumi ini masih terus mengalami kenaikan dari harga yang ada saat ini.

“Alhamdulillah, sekarang harga hasil bumi masih memuaskan. Kami berharap agar harga tersebut terus bertahan agar para petani tersenyum, jangan seperti pada tahun-tahun sebelumnya yang membuat harga komoditi terutama Kopra anjlok hingga di posisi Rp 3 ribu/kilogramnya,”ucap Anto, salah satu Petani Kopra asal Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan.(kia/red).

Reporter : Sarkia Muhlis
Editor : Darmawan

Pos terkait

Screenshot_2021-08-16-16-18-33-23

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *