Beritadetik.id – Transformasi energi tidak hanya berbicara mengenai teknologi pembangkitan, tetapi juga bagaimana sumber daya lokal dapat dimanfaatkan untuk menciptakan energi yang lebih berkelanjutan.
Melalui edukasi co-firing biomassa di PLTU Tidore, Relawan Bakti BUMN melihat langsung proses pemanfaatan pohon kaliandra mulai dari penanaman, pemanenan, hingga pencacahan sebagai bahan bakar pendamping pembangkit.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara, Dony Noor Gustiarsyah, menyampaikan bahwa penerapan co-firing merupakan salah satu langkah strategis PLN dalam mendukung transisi energi sekaligus mengoptimalkan infrastruktur pembangkit yang telah tersedia.
“PLN terus melakukan inovasi untuk menghadirkan energi yang andal sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi.
Melalui penerapan co-firing, biomassa dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping batu bara sehingga dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program ini juga membuka peluang keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok biomassa,” ujar Dony.
Dalam kegiatan tersebut, para relawan mengunjungi PLTU Tidore yang berlokasi di Desa Rum Balibunga, Tidore Utara. Pembangkit dengan kapasitas terpasang 2 x 7 MW dan daya mampu netto sebesar 12,6 MW tersebut merupakan salah satu infrastruktur penting dalam menopang sistem kelistrikan Ternate–Tidore.
Melalui kegiatan edukasi ini, para relawan diperkenalkan dengan konsep co-firing biomassa, yaitu pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar pendamping batu bara dalam proses pembangkitan listrik. Implementasi tersebut memungkinkan PLN mengoptimalkan aset pembangkit yang telah tersedia sekaligus mendukung upaya penurunan emisi dari sektor ketenagalistrikan.
Salah satu biomassa yang dimanfaatkan dalam penerapan co-firing di PLTU Tidore adalah pohon kaliandra. Para relawan melihat secara langsung rangkaian pengembangan biomassa, mulai dari penanaman tanaman kaliandra, proses pemanenan, hingga pencacahan sebelum dimanfaatkan sebagai bahan bakar pendamping dalam operasional pembangkit.
Pengembangan kaliandra menjadi bagian dari upaya PLN dalam menjaga ketersediaan bahan baku biomassa secara berkelanjutan. Dengan pengelolaan yang tepat, biomassa tidak hanya menjadi sumber energi alternatif, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan sumber daya lokal dalam mendukung ekosistem energi yang lebih hijau.
PLTU Tidore terus meningkatkan pemanfaatan biomassa untuk mendukung operasional pembangkit. Berdasarkan capaian hingga Juni 2026, realisasi pasokan biomassa telah mencapai 292 ton atau sekitar 29,2 persen dari target tahunan sebesar 1.000 ton.
Penerapan co-firing di PLTU Tidore juga mencerminkan komitmen PLN dalam mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam proses bisnis. Dari sisi lingkungan, pemanfaatan biomassa berpotensi membantu menekan emisi pembangkitan. Sementara dari sisi sosial dan ekonomi, program ini membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok biomassa.
Selain mendukung transisi energi, pemanfaatan biomassa juga menjadi bagian dari penerapan ekonomi sirkular dengan mengoptimalkan sumber daya yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui inovasi ini, PLN terus mendorong pemanfaatan sumber daya lokal sebagai bagian dari solusi energi berkelanjutan.
Melalui edukasi ini, Relawan Bakti BUMN mendapatkan gambaran bahwa transformasi energi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pengembangan sumber energi alternatif hingga keterlibatan masyarakat dalam menciptakan ekosistem energi yang lebih berkelanjutan.
Melalui implementasi co-firing biomassa di PLTU Tidore, PLN terus memperkuat langkah menuju transisi energi yang lebih hijau dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat. Inovasi ini menjadi bukti bahwa sumber daya lokal dapat berperan dalam mendukung masa depan energi yang berkelanjutan.(*).
















