Beritadetik.id – Warga Desa Kusuri, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, berharap pemerintah menambah kuota minyak tanah bersubsidi di desa mereka. Pasalnya, kuota yang tersedia dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Salah seorang warga Desa Kusuri, Daniel, mengatakan desa tersebut saat ini memiliki sekitar 1.500 kepala keluarga (KK). Namun, kuota minyak tanah yang dialokasikan hanya sekitar 1.200 liter per bulan.
“Desa Kusuri dengan jumlah kepala keluarga kurang lebih 1.500 KK hanya mendapatkan kuota minyak tanah sebanyak 1.200 liter per bulan,” ujar Daniel kepada wartawan, Senin.
Menurutnya, jumlah tersebut jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Ia juga membandingkan kondisi tersebut dengan sejumlah desa di Kecamatan Tobelo Utara yang, menurutnya, memperoleh alokasi minyak tanah lebih besar.
“Di Kecamatan Tobelo Utara, seperti Desa Gorua, Gorua Tengah, dan sekitarnya, kuota minyak tanah mencapai puluhan ton. Ini menunjukkan masih ada ketidakseimbangan dalam pembagian kuota,” katanya.
Daniel berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat melakukan evaluasi terhadap distribusi minyak tanah bersubsidi agar pembagiannya lebih proporsional dan disesuaikan dengan jumlah penduduk serta kebutuhan masyarakat.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah sehingga kuota minyak tanah dapat ditambah dan pembagiannya lebih adil, karena masyarakat sangat membutuhkan,” tuturnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai keluhan warga tersebut.(mik/red).









