Beritadetik.id – Dugaan praktik penyalahgunaan aset negara kembali mencuat di Kabupaten Pulau Morotai. Seorang oknum Kepala Desa (Kades) di wilayah Morotai Jaya berinisial R alias (Remon), diduga kuat menjual mobil dinas operasional desa kepada pengepul besi tua. Mirisnya, uang hasil penjualan aset tersebut ditengarai digunakan untuk kepentingan pribadi di tempat hiburan malam.
Kasus ini mulai terendus publik setelah pihak Dinas Perhubungan Pulau Morotai melakukan pengecekan aset dan mendatangi paman dari sang kades pada Jumat (1/5/2026).
Paman sang Kades, yang identitasnya dirahasiakan, membenarkan adanya transaksi tersebut. Ia mengaku terpaksa menjual mobil dinas bermerek Suzuki Mega Carry APV (Open Cup) berwarna hitam keluaran tahun 2016 itu karena desakan dari keponakannya sendiri yang menjabat sebagai Kades Bere Bere Kecil.
”Awal mulanya saya dipaksa oleh Kades untuk menjual mobil dinas itu. Padahal saya sempat membantah dan mengatakan mobil ini masih bisa diperbaiki untuk kebutuhan transportasi Pemdes. Tapi Kades bersikeras menyuruh jual dengan alasan mobil sudah rusak total dan tidak bisa hidup lagi,” ungkapnya kepada wartawan.
Proses transaksi terjadi saat seorang pembeli besi tua mendatangi lokasi dengan kendaraan. Meski sempat terjadi tawar-menawar, aset desa yang seharusnya memiliki nilai ekonomis tinggi itu akhirnya dilepas dengan harga yang sangat tidak wajar.
“Kami sempat tawar dua juta rupiah, tapi tukang besi itu hanya mau bayar 500 ribu rupiah. Karena perintah Kades, akhirnya kami lepas di harga itu dan mobil langsung dibawa,” jelasnya menutup keterangan.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa uang hasil penjualan mobil dinas tersebut diduga kuat langsung dibawa oleh oknum Kades R untuk berfoya-foya di tempat hiburan malam. Hal ini memicu kecaman dari warga yang merasa fasilitas desa dikorbankan demi kesenangan pribadi pejabatnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan dan instansi terkait tengah mendalami kerugian negara akibat hilangnya aset Desa Bere Bere Kecil tersebut. Belum ada pernyataan resmi dari oknum Kades berinisial R terkait tuduhan yang diarahkan kepadanya. (*)











