Pemkab Halmahera Utara Tetapkan Tanggap Darurat Bencana

Beritaderik.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Utara resmi menetapkan tanggap darurat bencana setelah terjadi banjir dan tanah longsor yang dialami 3 kecamatan yakni Kecamatan Kao Barat, Kecamatan Galela Utara, dan Kecamatan Loloda Utara.

Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua didampingi Wakil Bupati Dr. Kasman Hi. Ahmad, Sekda Halut, Polres dan Kodim 1508 Tobelo, dan pihak BPBD Halut dalam keterangan persnya menyebutkan bahwa sejak Selasa (06/01/2026) malam hujan terus mengguyur beberapa wilayah di Halut.

Karena itu Pemda menetapkan Halut untuk saat ini dalam status tanggap darurat bencana, mencakup beberapa kecamatan diantaranya Kao Barat, Galela Utara, dan Loloda Utara.

Bacaan Lainnya

Dijelaskannya bahwa di kao Barat terdapat beberapa desa terdampak banjir diantara desa Soamaetek, Pitago, Tuguis, Parseba, Bailengit dan Tubuolamo.

Dimana desa-desa tersebut terdampak banjir akibat meluapnya sungai akibat derasnya hujan.

“Di Kao Barat, desa desa mengalami banjir dari luapan sungai dan sejumlah masyarakat telah mengungsi. Pemda juga telah mengambil langkah dengan memberikan bantuan stimulan, selanjutnya akan didata seluruhnya oleh BPBD sehingga dapat diketahui seluruh masyarakat yang terdampak,” jelasnya kepada wartawan, di kantor Bupati pada Rabu (07/01/2026).

Bupati juga menjelaskan bahwa di kecamatan Galela Utara ada beberapa desa yang terdampak diantaranya desa Saluta, Turunaluleo, Togasa, dan Pelita dimana terjadi luapan sungai pitago dan beberapa desa terendam dan dua jembatan mengalami kerusakan sehingga mobil besar tidak dapat melewati.

“Dari bencana ini di desa Pelita ada satu korban jiwa. Dari kejadian ini Pemda turut berbelasungkawa atas dukacita yang dialami,” ucapnya.

Begitupun khususnya di Loloda Utara terdapat titik bencana d desa Ngajam, worimoi, doitia dan asimiro. Begitupun berdasarkan informasi di desa Ngajam juga terjadi longsor dan beberapa rumah tertimpa longsor.

Pihak BPBD Halut agak sulit menembusnya karena terhalang kondisi jalan yang dipenuhi lumpur dan air, sehingga BPBD hanya bisa sampai ke desa Tate dan tidak bisa menembus ke lokasi longsor.

Selain itu sudah dikoordinasi untuk dapat ke lokasi bencana tetapi terkendala faktor cuaca di laut tidak bersahabat.

“Ini kendala yang dialami tetapi pemda tetap berupaya untuk menjangkau. Disana juga telah diimbau kepada kepala desa dan kepada puskesmas untuk dapat mempersiapkan pelayanan yang terbaik baik kepada masyarakat yang terdampak.

kondisi hari ini terus diupayakan sehingga pelayanan terbaik kepada masyarakat terdampak bencana dapat terjangkau,” jelasnya.(mik/red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *