Beritadetik.id – PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Namlea menggelar kegiatan PLN Goes to School di SMA Negeri 1 Buru yang berlokasi di Jalan Jiku Besar, Namlea, Kabupaten Buru, pada Senin (27/7).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan literasi kelistrikan, menanamkan budaya keselamatan, serta memperkenalkan transformasi layanan digital kepada generasi muda.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Noer Soeratmoko, menyampaikan bahwa edukasi kelistrikan kepada generasi muda merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap penggunaan listrik yang aman, bijak, dan bertanggung jawab.
“Generasi muda memiliki peran penting dalam menciptakan budaya keselamatan kelistrikan di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Melalui kegiatan PLN Goes to School, kami ingin membangun pemahaman sejak dini bahwa listrik bukan hanya menjadi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga harus dimanfaatkan dengan aman dan bertanggung jawab. Selain itu, kami juga mengenalkan kemudahan layanan digital PLN agar masyarakat semakin dekat dengan berbagai layanan kelistrikan,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Manager ULP Namlea, Luthfy Aditiar, bersama jajaran manajemen ULP Namlea memperkenalkan proses bisnis PT PLN (Persero), mulai dari penyediaan tenaga listrik, pelayanan pelanggan, hingga berbagai upaya PLN dalam menjaga keandalan pasokan listrik.
Para siswa diajak memahami perjalanan listrik hingga dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya peran masyarakat dalam mendukung penggunaan listrik secara aman.
Selain pengenalan proses bisnis PLN, para peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya penerapan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L).
Materi yang disampaikan mencakup potensi bahaya kelistrikan, langkah pencegahan kecelakaan listrik, serta cara menggunakan peralatan listrik secara aman di rumah maupun lingkungan sekolah.
Melalui edukasi tersebut, PLN berharap para siswa dapat menjadi agen perubahan yang turut menyebarkan budaya keselamatan kelistrikan di lingkungan sekitar.
Pemahaman yang baik mengenai penggunaan listrik diharapkan mampu mengurangi risiko kecelakaan akibat kelistrikan sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keselamatan bersama.
Sebagai bagian dari transformasi layanan, PLN turut memperkenalkan aplikasi PLN Mobile kepada para siswa. Melalui demonstrasi langsung, peserta dikenalkan berbagai fitur layanan digital, mulai dari pembelian token, pembayaran rekening listrik, pengajuan pasang baru dan tambah daya, hingga penyampaian laporan gangguan secara mudah melalui satu aplikasi.
Manager UP3 Ambon, Ramli Malawat, menyampaikan bahwa kegiatan PLN Goes to School merupakan bentuk kepedulian PLN dalam membangun generasi muda yang tidak hanya memahami manfaat listrik, tetapi juga memiliki kesadaran terhadap keselamatan dan perkembangan teknologi layanan kelistrikan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap para siswa dapat menjadi penyambung informasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar mengenai penggunaan listrik yang aman serta pemanfaatan layanan digital PLN. Dengan begitu, manfaat listrik dapat dirasakan secara optimal dan mendukung aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Melalui kegiatan PLN Goes to School, PLN ULP Namlea terus memperkuat sinergi dengan dunia pendidikan sebagai upaya menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kehadiran PLN di lingkungan sekolah menjadi wujud komitmen perusahaan dalam membangun masyarakat yang lebih sadar energi, peduli keselamatan, dan siap memanfaatkan layanan kelistrikan secara modern.(*).









