Beritadetik.id — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Solidaritas Merah Putih (PSMP) Maluku Utara mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk melakukan audit khusus terhadap penggunaan dana hibah senilai Rp200 juta yang dialokasikan kepada Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Sepaturoda Seluruh Indonesia (Perserosi) Maluku Utara periode 2026-2029.
Desakan ini muncul karena PSMP menilai realisasi anggaran pembinaan atlet tersebut tidak jelas. Berdasarkan penelusuran mereka, selain kegiatan pelatihan wasit dan juri, sejumlah item kegiatan yang tertuang dalam struktur anggaran hibah, seperti event daerah (Piala Gubernur), pengadaan perlengkapan latihan atlet, hingga pengiriman atlet ke kejuaraan nasional, tidak pernah direalisasikan.
“Kami sudah mengkroscek rincian item kegiatan dari dana hibah Rp200 juta yang diberikan Gubernur Sherly Tjoanda ke Perserosi. Ternyata, selain pelatihan wasit dan juri, item lain seperti event daerah dan perlengkapan latihan atlet sama sekali tidak ada, begitu juga dengan pengiriman atlet ke Kejurnas,” ungkap Ketua DPD PSMP Malut, Mudasir Ishak, Minggu (8/11/2026).























































































