Beritadetik.id – Universitas Khairun (Unkhair) melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Eco-Innovation Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini diwujudkan lewat inovasi sosial, pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal, serta pelestarian lingkungan melalui kegiatan pengabdian di Desa Morodadi, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, pada Kamis (5/11/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Aksara Mahasiswa Skema Aksara Peduli Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2026. Program dirancang untuk membangun kapasitas masyarakat desa secara multidisiplin, mengintegrasikan penguatan inklusivitas, pengembangan produk lokal, dan pemanfaatan limbah bernilai guna sosial serta lingkungan.
Pengabdian ini diketuai oleh dosen apt. Aditya Sindu Sakti, S.Farm., M.Si., didampingi anggota tim Ir. Bambang Tjiroso, S.T., M.T., IPP., dan Fiki Febrian Dwi Prasetya, S.Pd., M.Psi., Kons. Pelaksanaannya melibatkan 21 mahasiswa dari Program Studi S1 Farmasi, S1 Teknik Mesin, dan S1 Psikologi. Kolaborasi lintas ilmu ini menghadirkan pendekatan komprehensif, mulai dari kesehatan dan bahan alami, teknologi tepat guna, hingga penguatan kapasitas psikososial masyarakat.

Kepala Desa Morodadi, Johan Mardiono, bersama warga setempat bertindak sebagai mitra strategis. Sinergi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat ini menjadi fondasi penting agar program tidak sekadar memberi teori, tetapi menghasilkan keterampilan berkelanjutan.
Salah satu agenda utamanya adalah penyuluhan dan pelatihan pembentukan kader inklusivitas bersertifikat yang dipandu oleh Fiki Febrian Dwi Prasetya. Pelatihan ini bertujuan membangun lingkungan sosial yang inklusif, menjunjung kesetaraan, serta membuka kesempatan yang sama bagi seluruh warga, termasuk penyandang disabilitas dan kelompok rentan.
“Melalui pelatihan tersebut, masyarakat dibekali pemahaman dan keterampilan untuk mengambil peran sebagai kader inklusivitas yang mampu menjadi penggerak perubahan sosial di lingkungan desa,” ujar Johan Mardiono kepada awak media.
Keberadaan kader ini diharapkan memperluas praktik ramah disabilitas, mendorong penghapusan diskriminasi, serta memperkuat partisipasi warga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan setara.
Selain aspek sosial, masyarakat Desa Morodadi juga memperoleh pelatihan pembuatan produk eco-herbal berbahan dasar potensi pertanian lokal untuk meningkatkan nilai tambah dan membuka peluang ekonomi produktif.
Aspek inovasi lingkungan turut menjadi sorotan melalui pelatihan pengolahan sampah plastik dan minyak jelantah menjadi eco-guiding block, yakni ubin pemandu ramah lingkungan bagi penyandang tunanetra. Inovasi ini menggabungkan solusi pengurangan pencemaran limbah dengan pemenuhan kebutuhan aksesibilitas fasilitas publik.
Tidak hanya itu, masyarakat juga dilatih memanfaatkan limbah plastik menjadi ventilasi eco-cooler guna membantu sirkulasi udara dan mengurangi panas ruangan berbasis prinsip ekonomi sirkular (circular economy).
Sebagai wujud keberlanjutan program, pada Kamis 5 November dilakukan penyerahan aset program oleh Ketua Pelaksana apt. Aditya Sindu Sakti kepada Kepala Desa Johan Mardiono. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Aset, terdapat 17 rincian barang yang diserahkan, meliputi alat cetak guiding block, pencacah sampah plastik, alat press hidrolik, alat peleleh sampah, cetakan eco-herbal, hingga perlengkapan keselamatan kerja.
Rangkaian acara ini turut dihadiri oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkab Pulau Morotai Mauluddin Wahab, S.Pd., Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Basri Jandadi, S.H., Plt. Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 Mardani Manyila, S.T., serta Direktur LBH PA Djuniar, S.I.Pust., M.Si. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan desa inklusif dan berkelanjutan.
Melalui program ini, UKM Eco-Innovation FKIK Unkhair berhasil mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata. Keberhasilan program ini diharapkan mampu menjadikan Desa Morodadi sebagai teladan pengembangan desa yang inklusif, produktif, inovatif, dan berwawasan lingkungan. (*)





















































































