Acara yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Utara, Erasmus Joseph Papilaya, ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda.
Tampak hadir Ketua DPRD Halmahera Utara Cristina Lesnussa, Dandim 1508/Tobelo Letkol Kav Ramdhani Akbar, perwakilan Kejaksaan Negeri, para Asisten, pimpinan OPD, hingga perwakilan pelajar SMA dan instansi terkait.
Suasana pagi itu tampak semarak. Rangkaian acara dibuka dengan jalan santai dan senam pagi bersama, sebelum akhirnya ditutup dengan momen unik: pembagian bibit tanaman cabai kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hadir.
Loyalitas, Kedisiplinan, dan Semangat Pahlawan
Dalam sambutannya, Sekda Erasmus Joseph Papilaya mengingatkan bahwa momentum HUT KORPRI harus dimaknai sebagai wujud penghormatan kepada jasa para pahlawan bangsa yang telah mendarmabaktikan diri bagi Indonesia.
Ia menekankan agar para abdi negara senantiasa memegang teguh loyalitas dan dedikasi tinggi sesuai jiwa Panca Prasetya KORPRI.
Selain itu, disiplin kerja turut menjadi sorotan. Menurut Erasmus, meski kinerja ASN di lingkup Pemkab Halut sudah menunjukkan tren positif berkat program orientasi kinerja, aspek kedisiplinan—khususnya kehadiran pada jam kerja—akan terus dievaluasi demi menjaga kualitas pelayanan publik.
Gerakan “Tujuh Bibit Cabai” untuk Tekan Inflasi
Ada yang menarik dari peringatan KORPRI tahun ini. Di tengah gegap gempita perayaan, Pemkab Halut menyisipkan misi strategis: mendukung ketahanan pangan nasional secara mandiri.
Erasmus blak-blakan menyoroti fluktuasi harga cabai rawit di daerahnya yang kerap melonjak. Meski pemerintah daerah sigap mendatangkan pasokan dari luar daerah saat harga naik, langkah tersebut dinilainya hanya solusi jangka pendek.
Sebagai solusi jangka panjang, ribuan ASN kini diandalkan untuk menjadi pelopor ketahanan pangan keluarga.
“Kita tahu bersama, harga cabai sempat naik cukup tinggi. Hari ini, setiap ASN mendapatkan tujuh bibit cabai. Saya harap bibit ini tidak disia-siakan, tanamlah di halaman rumah masing-masing,” tegas Erasmus.
Tidak hanya berhenti di pekarangan rumah ASN, ia juga menginstruksikan Dinas Pertanian untuk memperkuat kelompok-kelompok tani lokal. Langkah ini diharapkan mampu memastikan kebutuhan pangan masyarakat Halmahera Utara dapat terpenuhi secara mandiri dan berkelanjutan tanpa harus terus-menerus bergantung pada pasokan luar.
“Dinas Pertanian harus mandiri bersama kelompok-kelompok pertaniannya untuk mencukupi kebutuhan masyarakat Halmahera Utara,” pungkas Erasmus menutup arahannya.
***