“Kalau dihitung-hitung dari seluruh kabupaten di Maluku Utara, hanya Halmahera Utara yang mendapat jatah paling banyak untuk tahun 2026,” ungkap Frans Babua.
Frans menjelaskan bahwa besaran jatah bantuan yang diterima sangat bergantung pada kelengkapan pendataan rumah tidak layak huni yang diinput ke dalam sistem kementerian.
“Semakin banyak kita input, maka semakin banyak bantuan rumah juga yang kita dapat,” jelasnya.





















































































