Beritadetik.id – Kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, berdampak pada penurunan ketersediaan air dan meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Berdasarkan data pemantauan yang dihimpun oleh Humas Pemda Halut (19/09), tercatat ada sekitar 117 titik api pembakaran hutan yang tersebar di wilayah Kabupaten Halmahera Utara.
Kondisi ini turut menjadi perhatian bersama bagi pemerintah daerah, masyarakat dan khususnya PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) di kawasan Tambang Emas Gosowong.

Superintendent ERT NHM, Hendrick Lesa, menjelaskan bahwa efektivitas penanganan karhutla didukung oleh koordinasi lintas departemen melalui satu komando yang terstruktur dan Ancaman tersebut meningkat pada pada awal September 2026, ketika kebakaran mulai mendekati sejumlah area operasional Gosowong.




















































































