Ketegangan berawal dari insiden penganiayaan berupa pembacokan yang dilakukan oknum warga Desa Samuda terhadap warga Desa Igobula.
Peristiwa ini kemudian memperburuk persoalan lama berupa sengketa kawasan hutan lindung seluas sekitar 80 hektare yang telah berlangsung sejak tahun 2006.
Sebagai bentuk protes, warga Desa Igobula memblokir jalan raya utama yang menghubungkan Galela dengan Tobelo.

Forkopimda menggelar pertemuan bertahap. Pada pagi hari, tim berdialog dengan warga di Kantor Desa Samuda, kemudian dilanjutkan sore hari di Desa Igobula untuk mendengarkan aspirasi dan keluh kesah kedua belah pihak.





















































































