Kecelakaan Maut Dump Truck Ore Nikel, BEM UNU Malut Desak Penegak Hukum Periksa PT ANI

Beritadetik.id – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Maluku Utara menyampaikan duka cita yang mendalam atas insiden kecelakaan lalu lintas di Halmahera Timur yang mengakibatkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia.

Peristiwa naas tersebut terjadi di depan pos jaga PT ADITA Nikel Indonesia (ANI), Kecamatan Maba. Kecelakaan ini melibatkan satu unit dump truck yang dikemudikan oleh karyawan PT ANI saat sedang menjalankan aktivitas operasional perusahaan mengangkut ore nikel menuju jetty.

Presiden Mahasiswa UNU Maluku Utara, Risman Taha, menegaskan bahwa pihak perusahaan tidak bisa lepas tangan begitu saja atas tragedi tersebut mengingat kendaraan dan pengemudi tengah beroperasi untuk kepentingan perusahaan.

Bacaan Lainnya

“Karena kendaraan dan pengemudi tersebut sedang menjalankan aktivitas perusahaan, maka PT ANI tidak boleh lepas tangan,” ungkap Risman kepada wartawan, Senin (28/9/2026).

Risman menilai PT ANI harus memberikan penjelasan secara terbuka mengenai sistem pengawasan pengemudi, kelayakan kendaraan, hingga penerapan standar keselamatan operasional dalam angkutan ore nikel. Menurutnya, penanganan kasus ini tidak boleh hanya menimpalkan kesalahan kepada sang sopir.

“Kami menegaskan, persoalan ini tidak boleh hanya dibebankan kepada pengemudi. Jika ditemukan adanya kelalaian dalam pengawasan atau sistem operasional perusahaan yang berkontribusi terhadap kecelakaan tersebut, maka PT ANI harus bertanggung jawab sesuai hukum yang berlaku,” tegas Risman.

Lebih lanjut, BEM UNU Maluku Utara mendesak PT ANI untuk segera memberikan klarifikasi publik dan memenuhi hak-hak korban beserta keluarganya apabila terbukti ada kelalaian dari manajemen.

“PT ANI bertanggung jawab terhadap korban dan keluarga korban apabila terbukti terdapat kelalaian perusahaan,” ujarnya.

Selain menuntut transparansi perusahaan, Risman juga meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus ini, termasuk mengejar potensi tanggung jawab korporasi. Di sisi lain, ia mendesak evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan angkutan nikel guna mencegah terulangnya tragedi serupa.

“PT ANI harus mengevaluasi seluruh sistem keselamatan dan pengawasan aktivitas angkutan ore nikel agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan,” tandasnya. (*)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *