Untuk memastikan penanganan cepat dan tepat, BPJN Malut telah menjalankan empat langkah kesiapsiagaan strategis:
1. Pembentukan Tim Siaga Bencana* yang siaga 24 jam di seluruh wilayah kerja.
2. Penyiapan Alat Berat dan Material Darurat* di titik-titik rawan longsor dan banjir.
3. Patroli dan Monitoring Rutin* di ruas-ruas rawan bencana, terutama jalur Ternate-Sofifi, Tidore, Halmahera Utara-Morotai, dan Taliabu.
4. Koordinasi Intensif dengan BPBD, Pemda, dan Aparat Terkait* untuk sinergi penanganan darurat di lapangan.
“Kami sudah petakan daerah rawan. Alat berat kami siagakan di dekat lokasi. Begitu ada laporan longsor atau banjir, tim langsung bergerak. Jangan tunggu viral baru ditangani,” tambah Abdul Hamid.

Selain kesiapan internal, BPJN Malut juga mengeluarkan imbauan keras kepada pengguna jalan.





















































































