Ia mengatakan, bantuan dana hibah tersebut dikhususkan untuk mengirim atlet sepaturoda pada setiap event kejuaraan nasional dan juga pembinaan atlet inline skate (sepaturoda) di Maluku Utara.
“Informasi yang kami dapat, sejauh ini klub sepaturoda di Malut mengirim atlet di setiap Kejurnas atas biaya sendiri dan juga dari sponsor serta partisipasi orangtua atlet. Karena itu kami pertanyakan dana hibah Rp 200 juta dari Pemprov Malut itu dikemanakan oleh Perserosi,”ucap Mudasir mempertanyakan.
Tak hanya itu, lanjut Mudasir, meski Cabor Sepaturoda Malut mendapat dana hibah dari gubernur, namun Cabor sepaturoda Malut belum pernah melakukan event piala Gubernur akibat dari ketidakjelasan bantuan dana hibah tersebut.

Terpisah Ketua Perserosi Malut, Jauhar Alim dikonfirmasi mengatakan terkait dana hibah tersebut dijanjikan sebesar Rp 200 Juta, dan tahap pertama sudah dicairkan Rp 100 Juta, untuk tahap kedua rencana dilakukan pencairan dalam sehari dua.






















































































