Beritadetik.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, terus aktif meninjau pelaksanaan sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di pusat kota kabupaten.
Langkah ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai di bawah kepemimpinan Bupati Rusli Sibua dan Wakil Bupati Rio Christian Pawane. Melalui Kepala Dinas PUPR, Fahmi Usman, pemerintah daerah berkomitmen untuk memastikan seluruh pembangunan yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan baik.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Sabtu (3/10/2026), sejumlah pengerjaan infrastruktur tengah berlangsung intensif. Proyek tersebut meliputi pembangunan pedestrian sepanjang 1 kilometer di Desa Gotalamo serta pembuatan drainase sepanjang 1 kilometer yang tersebar di wilayah pusat kota, termasuk Desa Darame yang selama ini menjadi area penampungan dan pembuangan air hujan.
Selain proyek pedestrian dan drainase, pihak PUPR juga sedang menyiapkan pengerjaan penimbunan yang nantinya dilanjutkan dengan pengaspalan hotmix. Pengerjaan jalan ini mencakup jalan lorong Kompleks Lemonade sepanjang 50 meter, jalan lorong Desa Pandanga sepanjang 1 kilometer, jalan utama penghubung Army Dock menuju Pelabuhan Feri, serta beberapa titik strategis lainnya.
Saat ditemui di lokasi pengerjaan, Kepala Dinas PUPR Fahmi Usman menegaskan bahwa pengawasan langsung ini bertujuan untuk menjaga mutu dan mutu konstruksi demi kepentingan masyarakat luas.
“Saya turun langsung meninjau pekerjaan di lapangan untuk memastikan kualitas pembangunan tetap terjaga dan seluruh pengerjaan selesai tepat waktu sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan,” ujar Fahmi.
Di lokasi proyek, Fahmi terlihat menghampiri para pekerja yang sedang menyelesaikan saluran drainase di Desa Darame, pedestrian, serta pengerjaan jalan lorong. Ia menekankan pentingnya ketuntasan proyek sesuai tenggat waktu yang ada.
“Kami akan terus memantau secara berkala agar proyek infrastruktur ini dibangun dengan konstruksi yang andal, bermanfaat, tepat sasaran, serta sesuai dengan regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan, aspek mutu fisik menjadi perhatian utama agar bangunan tahan lama, aman, berfungsi optimal, dan memiliki masa pakai yang panjang untuk pemanfaatan jangka panjang warga Pulau Morotai.
“Kami berharap berbagai pembangunan infrastruktur ini dapat menjawab keluhan masyarakat dari tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini, Pemkab Pulau Morotai melalui Dinas PUPR berkomitmen penuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut,” jelas Fahmi.
“Jika akses jalan di Gotalamo serta pedestrian dan drainase di Desa Darame sudah tuntas dibangun, aliran air saat hujan deras akan terkelola dengan baik. Dengan begitu, tidak ada lagi luapan air di Desa Muhajirin dan Gotalamo yang selama puluhan tahun menjadi langganan banjir,” pungkasnya. (*)
















