Oknum ASN Diduga Sodomi Siswa, GMKI Morotai: Ini Kejahatan Serius yang Menghancurkan Masa Depan!

Beritadetik.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Morotai melontarkan kecaman keras terhadap dugaan tindakan kekerasan seksual (sodomi) yang dilakukan oleh seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) terhadap sejumlah siswa di Pulau Morotai. Kasus ini dinilai sebagai kejahatan luar biasa yang tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak fondasi masa depan generasi muda.

​Mirisnya, dugaan aksi bejat ini terjadi di lingkungan pembinaan seperti Paskibra, yang seharusnya menjadi ruang aman dan edukatif bagi siswa. GMKI menyayangkan bahwa tempat yang ditujukan untuk membentuk karakter justru disalahgunakan oleh pihak yang seharusnya menjadi teladan.

​Ketua Cabang GMKI Morotai, Delvince, menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan yang sangat mencederai nilai kemanusiaan dan dunia pendidikan.

Bacaan Lainnya

​“Ini bukan sekadar pelanggaran, ini adalah kejahatan yang menghancurkan kepercayaan anak-anak terhadap lingkungan pendidikan. Tidak bisa ditoleransi,” tegas Delvince kepada media, Selasa (14/4/2026).

​GMKI menyoroti bahwa dampak dari tindakan tersebut jauh melampaui luka fisik. Para korban kini harus menghadapi trauma mendalam, penurunan kepercayaan diri, hingga tekanan psikologis yang berpotensi menghantui mereka dalam jangka panjang.

“Setiap anak berhak tumbuh dengan aman, tanpa rasa takut, dan tanpa trauma. Menjaga ruang aman bagi mereka adalah tanggung jawab kita bersama,” lanjutnya.

​Menyikapi situasi ini, GMKI Morotai mengeluarkan sejumlah desakan tegas:

• ​Hukuman Maksimal: Mendesak aparat penegak hukum untuk menjatuhkan sanksi seberat-beratnya sesuai perundang-undangan yang berlaku demi memberikan efek jera.

• ​Langkah Pencegahan Konkret: Meminta Kepolisian dan Pemerintah Daerah tidak hanya fokus pada penindakan pasca-kejadian, tetapi juga membenahi sistem pengawasan.

• ​Kritik terhadap Pengulangan Kasus: “Selama ini hukuman sudah dijatuhkan, tapi kasus serupa terus berulang. Artinya ada sistem yang belum serius dibenahi,” kritik Delvince.

​Di akhir pernyataannya, GMKI Morotai mengajak seluruh korban kekerasan seksual yang mungkin masih bungkam untuk berani melapor. GMKI berkomitmen untuk berdiri bersama korban dalam mencari keadilan.

“Diam hanya akan memperpanjang rantai kejahatan. Suara korban adalah kunci utama untuk menghentikan kekerasan ini,” pungkasnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *