Dikatakan, jembatan gantung tipe rigid dengan bentang 60 meter ini dilaporkan telah tuntas 100 persen lebih cepat dari rencana Provisional Hand Over (PHO) pada Desember 2026.
Abdul menjelaskan, jembatan yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua ini dirancang menggunakan struktur rangka pengaku (stiffening girder).
“Teknologi tersebut berfungsi untuk mengurangi lendutan serta ayunan berlebih, sehingga memberikan stabilitas dan kenyamanan maksimal bagi pengguna,”jelasnya.

Kepala BPJN Malut yang akrab disapa Haji Mito itu menegaskan, percepatan pembangunan ini merupakan wujud komitmen nyata BPJN Maluku Utara dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah.






















































































