Rizal menegaskan, musibah alam tidak dapat diprediksi secara pasti, sehingga pembangunan infrastruktur mitigasi di kawasan rawan menjadi sangat krusial.
“Memang kita tidak pernah menyangka kapan musibah itu tiba. Namun, dengan adanya Sabo Dam ini, semoga bisa menjadi salah satu langkah antisipasi dari pihak-pihak terkait untuk melindungi warga,” ujar Rizal, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, Kota Ternate berdiri di atas kawasan rawan bencana, salah satunya banjir material Gunung Gamalama. Oleh karena itu, langkah mitigasi menjadi mutlak untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

“Kita ingin sebisa mungkin meminimalisasi jatuhnya korban, sehingga langkah mitigasi ini menjadi pilihan tepat untuk dilakukan,” paparnya.




















































































